tirto.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri) mengumumkan berakhirnya status force majeure yang sebelumnya diberlakukan terkait pasokan polymer dan monomer.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group Suryandi berujar, berakhirnya status force majeure menandai langkah perseroan untuk memastikan keandalan pasokan bagi sektor industri nasional.
“Sebagai Mitra Pertumbuhan industri Indonesia, prioritas kami adalah memastikan industri domestik tetap memperoleh bahan baku yang dibutuhkan. Karena itu, kami mengambil berbagai langkah yang dibutuhkan agar dapat terus menghadirkan pasokan yang andal dan mendukung pertumbuhan industri nasional,” ujar Suryandi, dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Dalam keterangan resminya, Chandra Asri menyatakan, dengan kondisi operasional yang bertahap semakin stabil, perseroan terus memperkuat kapasitas produksi dan pemenuhan kebutuhan pasar domestik.
Keputusan ini diambil setelah perseroan menjalankan langkah strategis guna menjaga kesinambungan produksi di tengah tantangan rantai pasok global.
Chandra Asri disebut secara proaktif mengamankan sumber bahan baku alternatif dari berbagai pasar internasional, mengoptimalkan fasilitas kilang di Singapura, serta memperluas pengadaan hingga Amerika Serikat (AS) untuk memastikan kebutuhan pelanggan domestik tetap terpenuhi.
Pengiriman dari AS diklaim memerlukan waktu sekitar 50-70 hari, lebih panjang dibandingkan pasokan dari kawasan Timur Tengah yang umumnya berkisar 15-20 hari.
Selain itu, nafta dari Amerika Serikat juga berada pada kisaran 150-200 dolar AS per metric ton lebih tinggi dibandingkan pasokan dari Timur Tengah. Upaya ini ditempuh karena perseroan memprioritaskan kebutuhan domestik di kondisi global saat ini.
Dalam upaya meningkatkan keandalan pasokan ke depan, produksi ethylene dari fasilitas olefin cracker kini diprioritaskan untuk kebutuhan internal polymer plant Perseroan.
Kebijakan ini disebut mendukung optimalisasi produksi polypropylene (PP) dan polyethylene (PE), yang merupakan bahan baku utama bagi berbagai sektor strategis seperti kemasan, otomotif, konstruksi, logistik, kesehatan, dan barang konsumsi.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id







































