OVO Kampanyekan #RaihIkhlas dan Bijak Kelola Keuangan Saat Ramadhan

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 14 April 2021
Dibaca Normal 2 menit
OVO menjadi mitra #RaihIkhlas bagi para penggunanya dengan menghadirkan pembayaran digital.
tirto.id - Salah satu platform pembayaran digital, OVO menggaungkan kampanye dan inspirasi “#RaihIkhlas” untuk membantu penggunanya menjalani Ramadhan dengan lebih baik melalui fitur-fitur layanannya seperti pembayaran digital termasuk juga fitur donasi, OVO | Proteksi dan OVO | Invest.

“OVO melalui kampanye #RaihIkhlas berupaya untuk mendukung masyarakat pada saat ini melalui kemudahan solusi pembayaran, investasi dan asuransi digital termasuk juga kemampuan untuk menyalurkan sedekah secara online,” kataHarumi Supit, Head of Corporate Communication OVO, dalam rilis yang diterima Tirto, Rabu, (14/4/2021).

Irma Gustiana A, S.Psi, M.Psi, Psikolog, PGCertPT, menjelaskan “Banyak persoalan bermunculan selama pandemi ini. Bukan hanya masalah kesehatan, pandemi juga mengubah hampir seluruh lini kehidupan, termasuk perekonomian bahkan psikologis seseorang.”

Irma mengatakan, berdasarkan data Lembaga Penelitian SurveyMeter, pada akhir Mei 2020 tingkat kecemasan dan depresi penduduk Indonesia pada masa pandemi meningkat, 55 persen mengalami gangguan kecemasan dan 58 persen mengalami gangguan depresi.

“Ketidakikhlasan dalam menerima masalah, takdir, atau apa yang ada dalam hidup akan menghalangi kebahagiaan dan menurunkan kualitas hidup, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, berupayalah untuk ikhlas, sabar, dan senantiasa bersyukur,” tangkasnya.

Irma juga memberikan tips beribadah maksimal dengan fisik dan mental yang sehat:

I: Isi waktu dengan mencari kesibukan atau kegemaran baru

K: Kajian, tadarus, buka puasa, sahur online bersama keluarga dan teman-teman

H: Hayati dan menerima segala bentuk cobaan yang diberikan Tuhan adalah bagian dari proses

pertumbuhan dan perkembangan sebagai individu

L: Luangkan waktu untuk menjaga kebugaran dan merawat diri

A: Abaikan informasi atau berita yang memberikan dampak negatif pada kesehatan mental

S: Saling mendukung, saling mengingatkan dan memberdayakan sehingga daya tahan

keluarga meningkat dan lebih bahagia

Pada kesempatan yang sama, OVO mengumumkan survei perilaku masyarakat Indonesia terkait pengelolaan keuangan di bulan Ramadhan dan masa pandemi.

Adapun tujuan dilakukannya survei ini adalah ingin mengetahui perilaku masyarakat Indonesia dalam pengelolaan keuangan di bulan Ramadhan khususnya di masa pandemi, sehingga OVO sebagai layanan keuangan dapat membantu masyarakat memberikan solusi dan inspirasi mengatur pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Survei tersebut mengungkap beberapa fakta, antara lain:

- 6 dari 10 orang mengaku sulit mengatur keuangan selama Ramadhan, terlebih karena pandemi dimana kebutuhan cenderung lebih banyak.

- 52% orang menggunakan dana darurat (yang ditarik dari tabungan / investasi) guna memenuhi kebutuhan saat Ramadhan.

- 4 dari 10 orang melenceng jauh dari rencana awal terkait perencanaan keuangan saat Ramadhan.

- 43% orang menggunakan seluruh THR-nya untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri.

- Hanya 4 dari 10 orang yang menyimpan THRnya untuk tabungan jangka panjang.

- 50% orang akan tetap memberi THR meskipun tidak dapat bertemu saudara dan kerabat. THR tersebut akan dibagikan melalui transfer.

- Tidak mendapat THR menjadi kekhawatiran terbanyak yang dipilih responden terkait Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

- Mayoritas responden memilih untuk menyalurkan THR sebagai hadiah untuk orang lain, kebutuhan sehari-hari, ditabung dan berinvestasi.

Perencana Keuangan Lolita Setyawati CFP® mengatakan, hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat sulit mengatur pengelolaan keuangan.

“Kesalahan yang sering kali dilakukan saat Ramadhan, antara lain tidak membuat perencanaan dan anggaran dan tidak mencatat pengeluaran; mudah tergoda “keinginan”; menggunakan sumber dana yang tidak sesuai peruntukkan (misal: Dana Darurat); berhutang demi gaya hidup Ramadhan; dan tidak membuat skala prioritas,” paparnya.

“Sementara saat Ramadhan, kita mempunyai beberapa kebutuhan, seperti biaya mudik, zakat, memberikan THR pada yang bekerja dengan kita, memberikan bingkisan baik keluarga maupun kerabat. Banyak faktor yang membuat pengelolaan keuangan melenceng dan harus disiplin membagi antara pos penting, cukup penting dan tidak penting,” kata Lolita.

Lolita juga menambahkan beberapa tips mengatur keuangan selama Ramadhan, yaitu:

- Buatlah daftar prioritas sesuai kebutuhan

- Siapkan dana ekstra untuk kebutuhan tambahan

- Belanja di awal atau dicicil sebelum bulan Ramadhan

- Buatlah menu sahur dan buka puasa untuk menghindari pembelanjaan makanan yang impulsif

“Kami memahami tantangan yang begitu besar di bulan Ramadhan dan masa pandemi, OVO berharap dengan kampanye #RaihIkhlas dan hasil survei pengelolaan keuangan ini dapat membantu masyarakat Indonesia mengatur kelola keuangan lebih baik dan kita bersama dapat meraih ikhlas, menerima kondisi ini dan terus bersemangat menjalani Ramadhan yang khidmat,” tutup Harumi.


Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2021 atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Bisnis)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH
DarkLight