Menuju konten utama

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Curhat Anak Alami PTSD

Usi selaku orang tua korban menyatakan kedua anaknya jadi agresif setelah dititip di Daycare Little Aresha dan saat ini menjalani terapi berkelanjutan.

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Curhat Anak Alami PTSD
Komisi VIII DPr RI RAKER, RDP, DAN RDPU terkait kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare. youtube/TVR PARLEMEN

tirto.id - Orang tua korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, Usi, mengungkapkan dua anaknya mengalami gangguan psikologis setelah dititipkan di tempat penitipan anak tersebut. Keduanya bahkan didiagnosis mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) dan harus menjalani terapi secara rutin.

Kesaksian itu disampaikan Usi dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI yang membahas kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare.

“Waktu di psikiater, diagnosanya dua-duanya adalah PTSD. Jadi memang berdua membutuhkan terapi berkelanjutan, setiap minggu mereka menjalankan terapi,” kata Usi di dalam ruang rapat Komisi VIII DPR RI, Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menuturkan kedua anaknya dititipkan di Daycare Little Aresha sejak masih bayi. Anak pertamanya berada di daycare tersebut sejak usia tiga bulan hingga empat tahun, sedangkan anak keduanya sejak usia 4,5 bulan hingga tiga tahun. Saat penggerebekan dilakukan, anak keduanya disebut masih berada di Daycare Little Aresha.

Menurut Usi, sejumlah perubahan perilaku muncul pada kedua anaknya. Perubahan itu antara lain kebiasaan melepas popok (pamper), tidur di lantai, hingga melakukan tindakan agresif di rumah.

“Kemudian, perubahan lainnya, anak saya suka menali, kemudian melepas pamper, tidur hanya di lantai, kemudian juga suka menjambak, mencubit, dan lain-lain kekerasan yang sering dilakukan anak saya di rumah,” ungkap Usi.

Usi mengaku sebenarnya sempat menaruh kecurigaan terhadap kondisi yang dialami anak-anaknya. Namun, Diyah Kusumastuti selaku kepala yayasan daycare selalu menenagkannya.

“Memang saya beberapa kali mengalami kecurigaan, namun saat saya tanya ke Miss Diyah selaku owner namun beliau menjawab semuanya dengan rasional. Jadi saya lebih mempercayai ke Miss-nya daripada anak saya karena usia segitu saya bingung benar atau tidaknya,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Usi juga menceritakan alasan awal memilih Little Aresha sebagai tempat penitipan anak. Pada 2021, ia mengaku sempat melakukan survei langsung ke lokasi dan memperoleh penjelasan mengenai program serta fasilitas yang tersedia.

“Pas waktu survei semua program dan semua tempat layanan di Little Aresha dijelaskan dan dijabarkan dan semuanya baik-baik saja dan memenuhi syarat karena waktu itu Covid-19 memang agak susah untuk mencari daycare,” kata Usi.

Namun, seiring berjalannya waktu, ia menilai kondisi yang dialami anak-anaknya tidak sesuai dengan gambaran yang diperolehnya saat pertama kali melakukan survei.

“Sampai detik ini ternyata anak saya dan semua anak yang ada di Little Aresha tidak berada di tempat yang sesuai dengan bayangan saya saat survei saat itu,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait PENITIPAN ANAK atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher