Menuju konten utama

OJK Optimistis Pertumbuhan Kredit Perbankan Tumbuh 11% di 2025

OJK optimis target pertumbuhan kredit industri perbankan tetap tumbuh 11 persen di tahun ini.

OJK Optimistis Pertumbuhan Kredit Perbankan Tumbuh 11% di 2025
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Bulan Oktober 2024 via Zoom, Jumat (1/11/2024). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis target pertumbuhan kredit industri perbankan tetap berada di 11 persen pada 2025 meski terjadi koreksi dari Bank Indonesia (BI). BI sebelumnya memperkirakan penyaluran kredit tahun ini hanya berada di batas bawah dari target yang ditetapkan, 11 hingga 13 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Kalau untuk kredit perbankan, kami dari awal tahun ini sudah menyampaikan 9-11 persen (Target pertumbuhan kredit perbankan),” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, di Hotel DoubleTree, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Mahendra mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum akan merevisi target penyaluran kredit di tahun 2025 tersebut. Hal tersebut berdasarkan rencana bisnis bank (RBB) yang telah dilaporkan oleh perbankan pada awal tahun 2025.

"Kami belum memperoleh perkiraan mengenai pertumbuhan yang akan lebih rendah atau perubahan apa pun,” ujarnya.

Meski begitu, Mahendra memastikan pihaknya akan terus memantau kinerja industri sektor jasa keuangan, serta memastikan target yang sudah ditetapkan terpenuhi.

“Tentu kita akan lihat terus ke depan berdasarkan realisasi dari kinerja di angka-angka tadi itu. Bukan hanya berdasarkan konteks perkiraan pertumbuhan ekonomi Nanti kalau ada update lebih lanjut kami akan laporkan,” ujar Mahendra.

Sebelumnya, Gubernur BI, Perry Warjiyo, memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan akan menuju ke batas bawah kisaran 11-13 persen sepanjang 2025. Hal ini mempertimbangkan kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian.

"Berbagai risiko ketidakpastian global dan dampaknya terhadap perekonomian domestik perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek permintaan kredit dan preferensi penempatan aset likuid perbankan," ujarnya dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

Baca juga artikel terkait DEWAS OJK atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra