tirto.id - Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari berujar, pihaknya akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal. Pembentukan dilakukan merespons tingkat naik turunnya (volatilitas) pasar saham usai pengumuman MSCI beberapa waktu lalu.
Katanya, pembentukan satgas itu juga telah dikoordinasikan dengan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dan pemangku kebijakan jasa keuangan lain.
"Berkomitmen melakukan reformasi integritas pasar modal Indonesia, yang didukung, kami sudah berdiskusi dengan Pak Menko [Airlangga] kita akan segera membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal," ucap Friderica saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Ia menyebutkan, diperlukan langkah perbaikan iklim pasar modal agar pertumbuhan dapat berjalan lebih sehat. Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal disebut akan melibatkan berbagai pihak dalam pasar modal.
Beberapa di antaranya, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), seeta Kliring Penjaminan Efek Indonesia. Melalui satgas itu, OJK disebut akan melakukan sejumlah aksi percepatan reformasi integritas pasar modal.
“[Pertama], kebijakan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Kemudian pengungkapan ultimate beneficial owner," tuturnya.
Lalu, perluasan pengungkapan tipe investor dan kepemilikan saham, demutualisasi bursa efek, penguatan penegakan peraturan dan sanksi, perluasan pengungkapan tipe investor dan kepemilikan saham.
Kemudian, peningkatan tata kelola dan pendalaman pasar secara terintegrasi.
“Yang kita butuhkan adalah sinergi dan kooperasi dengan seluruh stakeholder dan seluruh pelaku usaha,” ucap Friderica.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id





































