tirto.id - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Eks Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel menasihati seluruh menteri di Kabinet Merah Putih untuk berhati-hati terhadap seluruh pejabat korup.
Berkaca atas kasus yang dialaminya, birokrat korup tersebut tidak mengenal tuan maupun kawan, sebab orientasi mereka hanya uang dan kepentingan semata.
Hal itu disampaikan Noel, usai membacakan pleidoi atau nota pembelaannya sebagai terdakwa kasus tindak pidana korupsi berupa dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
"Jadi, hati-hati dengan birokrat-birokrat yang korup. Saya kasihan kawan-kawan saya di Kabinet Merah Putih, mereka terlalu letih bekerja. Dan salam buat kita semua. Hidup buruh, hidup rakyat, saya kira itu," kata Noel di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
Noel mengklaim kasus yang menjeratnya terjadi karena kinerjanya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan dimusuhi banyak mafia. Ia menyebut latar belakangnya sebagai aktivis reformasi 1998 juga menjadikannya incaran pihak-pihak yang tidak suka dengan sepak terjangnya di kementerian.
"Saya yakin ya ini serangan balik untuk kita yang mantan aktivis, tapi jadi pejabat dan berpihak kepada buruh. Jadi ya untuk pejabat-pejabat yang lain berhati-hatilah ketika berpihak kepada buruh atau kepada rakyat. Karena para gangster-gangster ini siap menyergap Anda kapan pun mereka inginkan," tutur Noel.
Meski mengakui menerima suap, gratifikasi, dan pemerasan, Noel mengklaim memiliki kontribusi dalam proses pemberantas korupsi di dunia ketenagakerjaan. Hal itu dibuktikannya dengan memberantas praktik pungli hingga percaloan yang selama ini menimpa para pencari kerja.
"Kita tahu semua bahwa puluhan tahun praktik penata jasa itu seperti negara membiarkan, kemudian praktik pengerah tenaga kerja itu bertahun-tahun seperti membiarkan. Kemudian, juga praktik-praktik pungli apalagi praktik-praktik percaloan tenaga kerja dan kita lihat semua ini belakangnya pasti ada bekingnya," jelasnya.
Dalam wawancara yang sama, Noel mengapresiasi seluruh pihak dari penyidik hingga jaksa KPK yang mengawal kasusnya tersebut. Namun, Noel menolak untuk mengapresiasi pimpinan dan dewan pengawas KPK yang sengaja menjebloskannya ke dalam jeruji besi atas sejumlah pernyataan mengenai dirinya yang diklaimnya tak terbukti selama persidangan.
"Kenapa saya mengucapkan terima kasih kepada JPU, kepada hakim, kenapa tidak menyampaikan ke pimpinan KPK? Ya kawan-kawan tahulah, muak saya lihat pimpinan KPK. Kenapa saya tidak juga terima kasih ke Dewas KPK? Karena kita lihat perilakunya sama. Dewas itu hanya tajam ke bawah tumpul ke atas. Mereka sepertinya tutup mata terhadap perilaku para pimpinan KPK," tegasnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































