tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp17.669 pada perdagangan hari ini, Senin (14/9/2026). Rupiah melemah 58 poin atau 0,33 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp17.611.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) memengaruhi penutupan nilai tukar rupiah maupun penutupan indeks harga saham gabungan (IHSG). Pelemahan imbas pencopotan Purbaya pun disebut tidak cuma akan berlangsung pada Senin (14/9/2026).
"Perombakan kabinet ini terjadi secara mendadak, ini pasti berpengaruh terhadap IHSG. Kalau mengatakan bahwa IHSG sekarang ditutup sedikit lebih bagus ya pelemahannya, ya karena apa, karena penutupan bisa saja besok ya dalam pembukaan pasar di pagi, pagi besok kemungkinan besar akan mengalami pelemahan bersamaan dengan mata uang rupiah," urainya melalui pesan suara, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, pencopotan Purbaya dari jabatan Menkeu berpotensi memicu kekhawatiran pelaku pasar, termasuk investor asing.
Sebab, pergantian pimpinan Kemenkeu disebut akan memengaruhi kesinambungan penggunaan anggaran pemerintah pusat, apalagi Purbaya saat menjabat Menkeu juga sempat mengubah sejumlah penggunaan anggaran.
"Purabaya membuat untuk anggaran kemudian di semester kedua itu pun juga ada perubahan-perubahan ya. Jadi, dari 2,68 persen defisit anggaran menjadi 2,86. Ya kemudian minyak mentah pun juga dari 70 [dolar AS] berubah menjadi 80 [dolar AS]," sebut Ibrahim.
"Ada perubahan-perubahan yang signifikan. Nah, kemudian di sisi lain pun juga, Purabaya pun juga sedikit mengkritik tentang kebijakan MBG ya, dan Koperasi Merah Putih, dan menginginkan agar anggaran ini ya diturunkan," lanjut dia.
Ibrahim menambahkan, Purbaya tergolong menjabat menteri dalam waktu yang cukup lama. Terlebih, Purbaya disebut sebagai sosok pimpinan instansi yang kerap mengganti sejumlah pejabat di lingkungan Kemenkeu.
Oleh karena itu, ia menilai Purbaya sebagai menteri yang "bersih". Sifat tersebut dinilai membuat Purbaya memiliki banyak musuh.
"Bahwa Purabaya ini bersih. Ya, selalu bersih-bersih di Kementerian Keuangan, di pajak, ya di Bea Cukai. Ya, bisa saja ini banyak sekali musuhnya, terutama adalah orang-orang dari partai politik, titipan-titipan dari partai politik, ya sangat wajar lah. Di Indonesia sangat sulit sekali kalau ada seorang menteri yang bersih. Ya, itu pasti banyak musuhnya," sebut Ibrahim.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





































