Menuju konten utama

Nigeria Babat Geng Penculik Bersenjata, Diduga 200 Bandit Tewas

Pemerintah Nigeria melancarkan operasi untuk memberantas para bandit yang dikenal kerap melakukan pembunuhan hingga penculikan untuk mendapatkan tebusan.

Nigeria Babat Geng Penculik Bersenjata, Diduga 200 Bandit Tewas
Pasukan militer tiba untuk mengamankan pemilihan presiden, di Anambra, Nigeria, Jumat, 24 Februari 2023. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)

tirto.id - Nigeria disebut tengah melakukan operasi penumpasan geng penculik bersenjata. Sebanyak 200 anggota geng kriminal tersebut diklaim otoritas setempat telah terbunuh dalam operasi tersebut.

Operasi ini dilakukan Nigeria bersama berbagai lembaga dan berskala besar sejak Sabtu (10/1/2026). Menukil BBC, pemerintah negara bagian Kogi menyebut operasi ini juga untuk penangkapan para anggota geng, meskipun jumlahnya tak dirilis pemerintah.

Di Nigeria, geng kriminal menjadi momok selama bertahun-tahun di tengah tidak stabilnya situasi ekonomi dan politik kawasan Afrika Barat. Penduduk lokal menyebut geng kriminal ini sebagai bandit.

Para bandit di Nigeria terlibat dalam pembunuhan dan penculikan demi tebusan. Wilayah operasi mereka meluas di Nigeria, namun tindakan kriminal kelompok-kelompok bandit terpusat di wilayah barat laut negara Afrika dengan penduduk terbesar itu.

Operasi penumpasan yang dimulai sejak Sabtu lalu merupakan respons Pemerintah Nigeria terhadap lonjakan angka penculikan massal, termasuk serangan yang menargetkan anak sekolah.

Setidaknya dalam lima tahun terakhir, intensifnya aksi kriminal para bandit membuat publik Nigeria resah dan mendorong pemerintah untuk meningkatkan intensitas perlawanan atasnya.

Akan tetapi, menurut pakar keamanan dan pensiunan mayor tentara, Bashir Galma, jumlah anggota geng yang tewas dalam serangan di Kogi itu berpotensi dilebih-lebihkan.

Bashir Galma skeptis dengan besarnya jumlah bandit yang dieksekusi karena tidak adanya bukti dan situasi Nigeria yang tengah bersiap melangsungkan pemilu pada tahun depan. Meskipun, tutur Galma, ia tetap memperkirakan jumlah bandit yang tewas tetap besar.

"Ini adalah serangan mendadak, jadi banyak dari mereka mungkin terbunuh," tutur Galma, dikutip dari BBC.

AS Terlibat dalam Operasi Militer di Nigeria

Amerika Serikat (AS) turut serta dalam operasi militer Nigeria untuk menumpas para bandit penculik tersebut. Pada Selasa, militer AS membagikan twit foto pembongkaran pasokan militer di Ibu Kota Abuja.

Melalui unggahan akun X resmi Komando Afrika AS, pasokan tersebut merupakan upaya dukungan dalam operasi Nigeria yang sedang berlangsung. Militer AS menyebut bahwa pemberian pasokan merupakan bagian dari "kemitraan keamanan bersama".

Sebelumnya, AS secara intensif terlibat dalam operasi-operasi militer di Nigeria. Seperti pada Natal 2025 lalu, AS melakukan serangan ke dua kamp yang diduga jadi markas kelompok militan Islam di barat laut Nigeria.

Pekan lalu, Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan melakukan lebih banyak serangan jika umat Kristen Nigeria terus jadi korban pembunuhan di tengah menguatnya kelompok militan Islam.

Selain para bandit penculik, publik Nigeria kini juga dibuat was-was dengan berkembangnya faksi-faksi ekstrimis Islam. Kelompok-kelompok ini memiliki senjata dan tak jarang melakukan serangan terorganisir.

Akan tetapi, Pemerintah Nigeria menolak anggapan konflik ini sebagai perang antar umat agama. Mereka menyatakan bahwa kelompok ekstrimis tersebut tak menargetkan satu umat agama tertentu.

Banyak umat Islam di Nigeria dilaporkan juga menjadi korban dari kelompok-kelompok tersebut. Di wilayah timur laut Nigeria, mayoritas penghuni kamp pengungsian IDP adalah muslim.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar