Menuju konten utama

Neraca Dagang Maret 2026 Surplus US$3,23 Miliar

Surplus Maret 2026 utamanya ditopang oleh neraca komoditas non-migas yang mengalami positif sebesar 5,21 miliar dolar AS.

Neraca Dagang Maret 2026 Surplus US$3,23 Miliar
Suasana aktivitas bongkar muatan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/6/2021). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang pada Maret 2026 surplus sebesar 3,32 miliar dolar Amerika Serikat (AS), lebih tinggi dari surplus bulan sebelumnya yang hanya sebesar 1,27 miliar dolar AS. Dengan capaian ini, artinya Indonesia sudah mengalami surplus selama 71 bulan berturut-turut.

“Neraca perdagangan barang pada bulan Maret tahun 2026 surplus sebesar 3,32 miliar USD. Neraca perdagangan Indonesia sudah mencatat surplus, ya selama 71 bulan berturut-turut sejak bulan Mei tahun 2020 yang lalu,” papar Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Surplus Maret 2026 utamanya ditopang oleh neraca komoditas non-migas yang mengalami positif sebesar 5,21 miliar dolar AS. Adapun, komoditas yang menjadi penyumbang surplus non-migas antara lain lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Namun pada saat yang sama neraca perdagangan migas tercatat defisit sebesar 1,89 miliar dolar AS. Komoditas penyumbang defisit antara lain minyak mentah, hasil minyak dan gas.

Secara kumulatif, sejak Januari-Maret 2026 neraca perdagangan barang tercatat surplus sebesar 5,55 miliar dolar AS. Nilai ini turun signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 yang masih sebesar 10,91 miliar dolar AS.

“Surplus sepanjang Januari-Maret 2026 tersebut ditopang oleh surplus komoditas non-migas yaitu sebesar 10,63 miliar dolar AS. Sementara komoditas migas juga mengalami defisit sebesar 5,68 miliar dolar AS,” papar Ateng.

Sama halnya dengan capaian tahun lalu, surplus neraca perdagangan non-migas 2025 yang sebesar 15,75 miliar dolar AS juga lebih tinggi dibandingkan surplus perdagangan migas tiga bulan pertama 2026. Sebaliknya, defisit yang dialami neraca perdagangan migas Januari-Maret 2026 lebih dalam ketimbang defisit neraca perdagangan migas Januari-Maret 2025 yang hanya sebesar 4,84 miliar dolar AS.

“Untuk neraca perdagangan total, yaitu migas dan non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar yaitu Amerika Serikat sebesar 4,43 miliar dolar AS; India surplus 3,29 miliar dolar AS; serta Filipina surplus sebesar 2,09 miliar dolar AS. Sedangkan negara penyumbang defisit terdalam yaitu terutama Tiongkok, defisit sebesar 5,18 miliar dolar AS; Australia defisit sebesar 2,50 miliar dolar AS; dan Singapura defisit sebesar 1,90 miliar dolar AS,” ungkap Ateng.

Baca juga artikel terkait BADAN PUSAT STATISTIK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana