Menuju konten utama

Neraca Dagang Indonesia Juli 2026 Surplus 0,12 Miliar Dolar AS

Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar secara kumulatif periode Januari-Juli 2026 dengan angka 10,48 miliar dolar AS.

Neraca Dagang Indonesia Juli 2026 Surplus 0,12 Miliar Dolar AS
Petugas berjalan di samping peti kemas di kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/1/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan barang sebesar 0,12 miliar dolar AS pada Juli 2026. Capaian ini menandai kembalinya kinerja perdagangan nasional ke zona positif setelah sempat mengalami defisit pada dua bulan sebelumnya, yakni Mei dan Juni masing-masing sebesar 1,61 miliar dolar AS dan 0,45 miliar dolar AS.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pemulihan ini didorong oleh kuatnya kinerja ekspor sektor nonmigas. Pada Juli 2026, neraca nonmigas membukukan surplus sebesar 3,10 miliar dolar AS, meningkat tipis dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 3,04 miliar dolar AS.

Kinerja positif nonmigas tersebut mampu menutupi defisit neraca perdagangan migas yang tercatat sebesar 2,98 miliar dolar AS.

“Surplus neraca perdagangan bulan Juli 2026 sebesar 0,12 miliar dolar AS,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Secara akumulatif sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, total nilai ekspor Indonesia mencapai 167,03 miliar dolar AS, meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sementara itu, total nilai impor pada periode yang sama membengkak menjadi 163,33 miliar dolar AS atau naik 19,94 persen (year-on-year).

Pertumbuhan impor yang cukup tinggi tersebut menekan total surplus kumulatif perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 menjadi 3,70 miliar dolar AS. Angka ini menyusut drastis dibandingkan surplus kumulatif pada periode yang sama pada 2025 yang sempat menyentuh 23,77 miliar dolar AS.

Secara kumulatif hingga Juli 2026, defisit sektor migas mengalami pembengkakan menjadi 18,75 miliar dolar AS, dibandingkan defisit periode sama tahun lalu yang sebesar 10,52 miliar dolar AS.

Di sisi lain, surplus sektor nonmigas juga mengalami penurunan menjadi 22,45 miliar dolar AS dari sebelumnya 34,30 miliar dolar AS pada Januari-Juli 2025.
Berdasarkan wilayah mitra dagang, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia secara kumulatif periode Januari-Juli 2026 dengan angka 10,48 miliar dolar AS,disusul oleh India sebesar 7,80 miliar dolar AS dan Filipina sebesar 4,95 miliar dolar AS.

Sebaliknya, Cina menjadi penyumbang defisit perdagangan terbesar bagi Indonesia dengan nilai mencapai 16,94 miliar dolar AS, diikuti Singapura sebesar 5,14 miliar dolar AS dan Australia sebesar 4,77 miliar dolar AS.

Baca juga artikel terkait NERACA PERDAGANGAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto