tirto.id - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan, seorang nenek yang sempat diusir dari hunian sementara (huntara) di Aceh kini telah menempati huntara. Adapun nenek tersebut dikabarkan sempat diusir dari huntara.
Fadhlullah mengaku langsung mengubungi bawahannya terkait kabar nenek yang dikabarkan diusir itu. Hasil pemeriksaan, nenek itu telah menempati huntara sejak Selasa (24/2/2026).
"Kami laporkan, per hari ini, nenek ini sudah menerima huntara atas nama beliau, bukan lagi numpang huntara warga lain," ucapnya saat rapat koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Pada kesempatan yang sama, Tito menjelaskan bahwa nenek tersebut sebelum bencana melanda Aceh menyewa tempat tinggal dari seseorang bernama D. Usai bencana, nenek itu tak lagi tinggal di rumah sewa milik D dan menempati huntara.
Saat tinggal di tempat sementara, anak nenek tersebut meminta tinggal di huntara yang sama. Nenek tersebut akhirnya memberikan huntaranya kepada sang anak.
Akhirnya, nenek itu hendak tinggal di huntara milik D. Namun, nenek tersebut tak dapat menempati huntara tersebut. Sebab, huntara itu merupakan jatah milik D.
"Kalau dia mau mengambil kuncinya punya D, enggak bisa karena dia tinggal di rumah D itu. Sedangkan, yang dapat jatah rumah huntaranya adalah D ini," tutur Tito.
Sebagai informasi, pengusiran seorang nenek dari sebuah huntara viral di media sosial. Dalam narasi video itu, nenek tersebut dinyatakan telah menempati huntara. Namun, nenek itu diminta untuk meninggalkan huntara tersebut.
Proses itu kemudian mendapatkan kecaman dari warganet (netizen). Netizen lantas mempertanyakan proses pemberian huntara untuk korban bencana.
Tito turut menyatakan, pemerintah memang belum dapat mendirikan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana Sumatra hingga Idul Fitri 2026. Menurut dia, hunian yang dapat disediakan untuk korban bencana masih berupa huntara.
Pemerintah pusat, kata Tito, tengah mendata korban bencana Sumatra yang bakal direlokasi ke huntap kelak.
"Kalau huntap itu enggak mungkin semuanya selesai sebelum Idul Fitri. Yang sedang diupayakan sebelum Idul Fitri adalah Huntara, huntara baik yang dibangun oleh BNPB, maupun dari dana-dana yang bisa dari [Kementerian] PU," tuturnya.
"Sedang kami data juga, mana yang akan masuk ke huntap, atinya di tanahnya dibangunkan, itu BNPB yang mengerjakan," lanjut Tito.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






























