Menuju konten utama
Ibadah Haji 2026

Musyrif Diny: Arbain di Madinah Bukan Rangkaian Ibadah Haji

Arbain bukan rukun haji dan landasan hadisnya dhaif. KH Cholil Nafis (MUI) imbau jemaah tak paksakan diri jika kondisi tak memungkinkan demi sahnya haji.

Musyrif Diny: Arbain di Madinah Bukan Rangkaian Ibadah Haji
Musyrif Diny Haji 2026, KH M Cholil Nafis, saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Makkah, Jumat (5/6/2026). Foto: Tim MCH 2026.

tirto.id - Jemaah haji Indonesia seringkali memaksakan diri untuk melaksanakan Arbain saat di Madinah meski kondisinya tidak memungkinkan. Bahkan sebagian menganggap Arbain sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. Padahal Arbain atau salat lima waktu secara berjamaah sebanyak 40 kali berturut-turut di Masjid Nabawi, tidak termasuk wajib atau rukun haji.

Hal tersebut diungkapkan Musyrif Diny dalam Pelaksanaan Haji 2026, KH M Cholil Nafis. Ia mengemukakan hasil pelacakannya bahwa hadis mengenai landasan Arbain di Madinah berstatus dhaif atau lemah.

”Jangan sampai merasa ragu keabsahan hajinya karena itu tak ada hubungan dengan ibadah haji untuk sah dan tidak sahnya,” kata Cholil yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor Daerah Kerja Makkah, Syishah, Jumat (5/6/2026).

Kendati berstatus dhaif, Cholil menjelaskan bahwa dalam Mazhab Imam Syafi’i, mengamalkan hadis tersebut tetap diperbolehkan. Hal ini dikategorikan sebagai fadhailul amal, yakni amalan-amalan utama untuk memperoleh keutamaan dan pahala kebaikan.

Ibadah haji, kata dia, seluruhnya bertumpu pada manasik yang dilakukan di kota suci Makkah yaitu tawaf di Baitullah, sai, dan wukuf di Arafah.

Namun demikian, kata dia, dari sisi etika dan spiritualitas seorang muslim, rasanya kurang sopan bagi jemaah haji jika tidak menyempatkan diri mampir ke Madinah guna berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Ia kemudian mengutip sebuah hadis yang artinya barangsiapa yang berziarah kepadaku (Nabi Muhammad) setelah aku wafat, maka sama saja dengan menziarahiku pada waktu aku masih hidup.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada para jemaah, khususnya perempuan yang kerap menghadapi kendala biologis seperti datang bulan, atau jemaah lain yang terhambat urusan teknis, agar tidak larut dalam penyesalan. Hambatan-hambatan tersebut tidak boleh mengurangi kegembiraan dan rasa syukur atas ibadah haji yang telah ditunaikan.

Berdasarkan jadwal operasional, jemaah haji Indonesia yang masuk dalam gelombang kedua baru akan mulai diberangkatkan secara bertahap dari Makkah menuju Madinah mulai 7 Juni 2026. Di kota Nabi tersebut, mereka akan menetap selama minimal 8 hari sebelum nantinya pulang ke Indonesia.

Sementara itu, jemaah haji Indonesia gelombang pertama mulai diterbangkan kembali menuju Tanah Air melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fahreza Rizky