tirto.id - Lukisan mural One Piece besar terdapat di persimpangan Jalan di Pedukuhan Temuwuh, Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman. Mural itu disebut bentuk keresahan masyarakat atas sejumlah persoalan sosial yang muncul belakangan ini.
Pantauan kontributor tirto di lokasi, mural tersebut berada tepat di permukaan jalan depan pos ronda. Tak jauh dari lukisan itu, tampak pula tulisan di dinding pembatas pos ronda bertuliskan 'Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa'.
Selain itu, ada juga tulisan 'Jadilah bagian dari sejarah' dan pepatah Ir Soekarno yang diapit deretan umbul-umbul bendera merah putih.
Salah satu pelukis mural setempat, Dandun membeberkan jika lukisan yang dibuatnya bersama teman-temannya pada 25 Juli 2025, simbol keresahan terhadap situasi negara saat ini.
"Ini inisiatif loh, karena semua yo merasakan, kan, lapangan pekerjaan 19 juta itu mana?, di sini juga masih banyak pengangguran, dan ada hal-hal keputusan yang sangat aneh buat rakyat," kata Dandun saat diwawancarai kontributor tirto, Selasa, (5/8/ 2025).

Dandun menganalogikan kondisi negara saat ini seperti di dalam sepenggal dunia One Piece, bernuansa perbudakan ditambah roda pemerintahan yang dinilainya belum adil.
"Kita tuh kayak lagi di dunia One Piece gitu loh, kayak ada perbudakan, perbedaan ras, suku, perlawanan ke pemerintahan yang tidak adil," ungkapnya.
Dandun menjelaskan cat untuk melukis mural tersebut merupakan sisa cat sehabis mempercantik pos ronda secara urunan.
Melihat pemberitaan di medsos, lantas berpikir apakah mural yang dilukisnya akan dihapus atau justru bertahan lama.
Namun, sepengetahuanya tidak ada persoalan atau aturan untuk melarang membuat mural bergambar anime yang populer sejak 1997 itu.
"Kalau kepikiran pasti kepikiran, tapi kayak begitu (mural) enggak mungkin sih dihapus karena nggak ada aturannya ya," ujarnya.
Pemuda yang menjabat sebagai sekretaris Karang Taruna Wiryadarma itu akan bersikukuh mempertahankan mural tersebut bila ada intervensi untuk menghapus.
Di sisi lain, Dandun berharap agar di perayaan HUT ke-80 RI tahun ini, Indonesia makin maju dan baik dalam segi pemerintahan.
Sementara itu, Kepala Dukuh Temuwuh, Firmansyah, mengaku baru mengetahui soal gambar mural anime One Piece di lingkungannya.
Firmansyah menilai mural yang dilukis pemuda setempat memang menunjukkan empati dan keprihatinan terhadap negara.
Namun, ia khawatir mural tersebut nantinya akan berimbas juga ke pedukuhannya ihwal ornamen One Piece yang marak ditertibkan.
"Apalagi dalam hal ini mau memperingati kemerdekaan, tapi banyak berita yang viral ada di suatu wilayah mengibarkan bendera One Piece lah seperti itu, takutnya untuk wilayah di pedukuhan ini jadi boomerang dan menimbulkan masalah," kata Firmansyah saat ditemui di kediamannya.
Firmansyah berencana akan menyampaikan ke pemuda setempat serta mempertanyakan alasan melukis mural tersebut.
"Nanti tak sampaikan, artinya yang pertama saya tanya alasannya apa membuat itu, karena memang dilingkungan sini kan istilahnya wilayah yang termasuk tataran pegunungan agak pedalaman," pungkasnya.
Penulis: Abdul Haris
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






























