tirto.id - Muhammadiyah akan menyambut peringatan milad ke-113 tahun ini. Menurut sejarah, Muhammadiyah berdiri pada 8 Dzulhijjah 1330 H bertepatan dengan 18 November 1912 di Kauman, Yogyakarta.
Pengajuan peresmian organisasi Muhammadiyah dilaksanakan pada 20 Desember 1912. Dua tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1914 Muhammadiyah resmi diakui sebagai Badan Hukum melalui Besluit tanggal 22 Agustus 1914 No.81 pada masa pemerintahan Hindia-Belanda.
Awal mula didirikan pada tahun 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah memiliki gagasan utama dalam pergerakan pendidikan. Ahmad Dahlan memiliki pemikiran bahwa pendidikan dapat melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan.
Sepulang dari ibadah haji, ia memantapkan diri untuk membentuk tatanan pendidikan baru. Langkah awalnya dimulai dengan merombak ruang tamu rumahnya untuk dijadikan sebagai ruang kelas.
Ahmad Dahlan kemudian merintis Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah pada 1 Desember 1911. Ruang pendidikan inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Muhammadiyah.
Perjuangan Muhammadiyah hingga hari ini selalu memberi kontribusi berarti untuk negeri. Pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial berbalut dakwah Islam terus digencarkan oleh Muhammadiyah.
Seperti apa sejarah singkat Muhammadiyah dan apa tema serta link logo peringatan milad Muhammadiyah tahun ini? Simak penjelasan detailnya di artikel ini.
Makna Peringatan Milad & Tema Milad ke-113 Muhammadiyah

Peringatan milad Muhammadiyah dilaksanakan setiap tahun pada 18 November, sesuai dengan tanggal didirikannya Muhammadiyah. Momentum milad bagi warga Muhammadiyah tentunya memiliki makna tersendiri yang sungguh berarti.
Refleksi tentang semangat dakwah berkemajuan dan pembaruan Islam akan terus digaungkan oleh Muhammadiyah. Salah satu cara mengilhami refleksi perjalanan Muhammadiyah dituangkan dalam tema milad Muhammadiyah.
Perayaan milad Muhammadiyah 2025 mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Melansir laman Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan tujuan diusungnya tema tersebut.
Pertama, Muhammadiyah melalui gerakannya semakin memperkuat dan memperluas usaha dalam memajukan kesejahteraan masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan sosial-ekonomi yang memiliki tumpuan pada kesejahteraan ruhaniah (sejahtera spiritual dan moral) sehingga melahirkan kesejahteraan yang utuh lahir dan batin.
Kedua, Muhammadiyah terus mendorong dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan umum. Tujuan ini sebagaimana perintah UUD 1945 yang semakin nyata dan merata. Lebih khusus lagi, untuk kesejahteraan rakyat dalam fondasi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sejalan sila kelima Pancasila.
Milad tahun ini berada di tengah suasana dinamika kehidupan bangsa yang kompleks sehingga menuntut kesadaran kolektif untuk terus menurus mewujudkan cita-cita nasional, yakni Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Sejak didirikan pada tahun 1912, Muhammadiyah terus memperjuangkan usaha untuk bergerak aktif dalam kebangkitan nasional menuju Indonesia merdeka. Muhammadiyah juga berperan dalam mendirikan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gerakan Muhammadiyah berpusat pada komitmen dan usaha untuk memajukan kesejahteraan bangsa, baik sejahtera lahir maupun sejahtera batin. Muhammadiyah akan terus berkomitmen sebagai garda terwujudnya Indonesia yang “Baldatun Thayyibatun Wa rabbun Ghafur”.
Maksudnya adalah mewujudkan Indonesia menjadi “Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun”. Cita-cita mulia ini diperjuangkan dengan memegang amanah utama yang ditanamkan pendirinya (K.H. Ahmad Dahlan), yakni “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah.”
Milad Muhammadiyah 2025 ke Berapa?
Tahun ini Muhammadiyah memperingati usia ke-113 sejak berdirinya pada 18 November 1912. Pelaksanaan acara milad Muhammadiyah tingkat pusat tahun ini digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung pada Selasa (18/11).
Seluruh Pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan, termasuk Ortom, PCIM, AUM, dan BUMM bisa menyimak/mengikuti kegiatan Resepsi Milad tersebut melalui YouTube Muhammadiyah Channel.
Berbagai jenis kegiatan dan teknis pelaksanaan peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah diserahkan kepada masing-masing Pimpinan Muhammadiyah di setiap tingkatan, termasuk Ortom, PCIM, AUM, dan BUMM sesuai kemampuan, situasi, dan kondisi dengan tetap memperhatikan misi gerakan Muhammadiyah.
Kendati demikian, Pimpinan Pusat Muhammadiyah tetap mengimbau pokok acara terkait pelaksanaan kegiatan milad Muhammadiyah. Gelaran Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat di bawahnya dilaksanakan pada waktu yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi dengan pokok acara sebagai berikut:
- Pembukaan
- Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an
- Lagu Indonesia Raya dan Lagu Sang Surya
- Sambutan
- Pidato Milad
- Penutupan
LINK UNDUH SURAT EDARAN MILAD MUHAMMADIYAH KE-113
Sejarah Singkat Berdirinya Muhammadiyah

Organisasi Islam besar di Indonesia, yakni Muhammadiyah diawali dengan gagasan pendirinya tentang pendidikan dan dakwah Islam. K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah memiliki pemikiran bahwa pendidikan dapat membebaskan suatu bangsa dari jerat penjajahan.
Beliau lahir dengan nama Muhammad Darwisyi di Desa Kauman, Yogyakarta, pada 1 Agustus 1868. Saat berusia 15 tahun, ia tinggal di Makkah dan memperoleh nama baru ketika pulang ke Indonesia.
Pada tahun 1903, Ahmad Dahlan kembali berangkat ke Arab untuk melaksanakan ibadah haji. Usai menetap beberapa lama di Makkah, ia kembali memperoleh ajaran baru.
Selama berada di Makkah, ia banyak berguru dengan beberapa ulama Islam modernis. Mulai dari Syaikh Ahmad Khatib, Sayyid Bakri Syatha, Muhammad Abduh, Ibnu Taimiyah, Rasyid Ridha, hingga Syaikh Abdul Hadi, dan masih ada beberapa lagi.
Begitu pulang dari perjalanan haji, K.H. Ahmad Dahlan menindaklanjuti gagasannya dengan mulai mengajar orang-orang di sekitarnya. Beliau pun mendirikan sekolah berbasis Madrasah Ibtidaiyah pada tahun 1911.
Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Saat awal didirikan, sebagaimana ditulis laman resmi Muhammadiyah, tujuan pendiriannya meliputi dua hal:
- Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama di Hindia Belanda.
- Memajukan dan menggembirakan kehidupan sepanjang kemauan agama Islam kepada lid-lidnya.
Link Download Logo Milad Muhammadiyah 2025
Link download logo milad Muhammadiyah juga dapat diakses untuk digunakan sebagai aset visual. Seluruh keperluan visual seputar milad Muhammadiyah harus memperhatikan peraturan elemen visual.
Logo dalam berbagai keperluan desain harus diterapkan sesuai peraturan. Apalagi setiap detail dalam logo milad Muhammadiyah tentu memiiki filosofi tersendiri.
Filosofi Logo Milad Muhammadiyah
Tampilan desain logo milad Muhammadiyah memiliki filosofi dengan makna tersendiri dari setiap detailnya. Logo ini tampil dengan angka 113 yang dibentuk dari elemen pita yang saling menyambung tanpa putus.Bentuk pita ini menghadirkan kesan dinamis, lentur, dan modern sekaligus sebagai simbol semangat kebersamaan yang kokoh. Berikut uraian beberapa detail logo milad ke-113 Muhammadiyah:
1. Pita Tak Terputus
Pita yang tak terputus melambangkan kesinambungan perjuangan Muhammadiyah dari masa ke masa.2. Angka 113
Identitas usia Muhammadiyah tahun ini.3. Bentuk Dinamis dan Lentur
Menunjukkan adaptasi Muhammadiyah terhadap perubahan zaman dengan tetap memegang teguh nilai inti.4. Siluet Atap Gedung Sate
Siluet atap ikonik Gedung Sate dihadirkan dalam logo sebagai representasi kota Bandung, lokasi pelaksanaan Milad ke-113 Muhammadiyah.5. Simbol Matahari
Simbol matahari merepresentasikan identitas khas Muhammadiyah. Cahaya yang dipancarkan menjadi simbol pencerahan, harapan, dan semangat yang menuntun langkah bersama menuju kesejahteraan bangsa.Berikut link download logo Muhammadiyah:
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Elisabet Murni P
Masuk tirto.id





































