tirto.id - Menteri Lingkungan Hidup (KLH) Hanif Faisol Nurofiq memaparkan lima daerah aliran sungai (DAS) yang disebut yang menjadi pusat bencana di Sumatra Utara. Setiap DAS, disebutnya memiliki karakteristik dan penyebab kerusakan yang berbeda.
DAS Batang Toru disebut Hanif menjadi sorotan utama karena merupakan DAS yang luasnya mencapai sekitar 340 ribu hektare. Di kawasan ini terdapat delapan persetujuan lingkungan yang hari ini pengelolanya dipanggil untuk dilakukan evaluasi
“Empat di antaranya kami lakukan penghentian operasional karena disinyalir berkontribusi cukup besar dalam banjir di Batang Toru,” kata Hanif.
Kemudian di Garoga, yang memiliki dampak besar hingga membuat satu dusun tertimbun material longsor. Setelah ditelusuri, Hanif menyebut di area tersebut ditemukan perkebunan kelapa sawit milik swasta.
Meski demikian, Hanif menyebut faktor dominan adalah kerusakan hulu dan curah hujan ekstrem. Temuan kayu berpotongan chainsaw juga disebutnya memang ada, namun tidak signifikan sebagai faktor utama pemicu bencana.
“DAS Garoga yang membawa korban cukup besar karena hampir satu dusun tertimbun tanah dari longsoran di puncaknya. Jadi DAS Garoga ini pendek dan dindingnya berdiri,” tuturnya.
Ketiga, di Badiri yang memiliki kerusakan parah di hulunya. Di area ini, Hanif mengaku tak menemukan aktivitas manusia berskala besar yang dapat memicu longsor. Bencana dimungkinkan terjadi terutama karena hujan sangat intens dan struktur tanah yang rapuh, membuat kawasan ini kolaps secara alami ketika curah hujan tinggi terjadi berhari-hari.
Selain itu, kata dia, Aek Pandan berada di bawah dinding tebing curam di bagian selatan Bukit Barisan. Hanif menyebut kemiringan ekstrem membuat kawasan ini sangat rentan sehingga anjir bandang dan longsor mudah terjadi ketika tanah jenuh air, karena material dari atas tebing langsung meluncur ke permukiman di bawahnya.
Terakhir Sibuluan yang juga memiliki karakter serupa.
“Jadi itu kan barisan rangkaian dari Bukit Barisan yang ada di DAS Sumatra bagian selatan dan barat daya. Ini akan nyambung ke DAS Sumatra Barat. Jadi antara DAS Sumatra bagian selatan dan barat daya-nya itu satu rangkaian pergunungan Bukit Barisan yang merupakan satu rangkaian yang memiliki karakteristik dindingnya terjal,” tuturnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Irfan Teguh Pribadi
Masuk tirto.id


































