Menuju konten utama

Mentan Sebut Nilai Tambah Hilirisasi Kelapa Capai Rp2.600 T

Menurut Mentan, dari ekspor kelapa mentah saja, Indonesia dapat mengantongi kurang lebih Rp26 triliun.

Mentan Sebut Nilai Tambah Hilirisasi Kelapa Capai Rp2.600 T
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ketiga kiri) berbincang dengan salah satu penyuluh pertanian saat kunjungan kerja di Bendungan Ameroro, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (27/12/2024). ANTARA FOTO/Andry Denisah/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memperkirakan hilirisasi produk kelapa akan memberikan nilai tambah ke Indonesia hingga Rp2.600 triliun. Potensi ini didorong oleh adanya pola pangan di India, Eropa dan Cina yang kini lebih banyak menggunakan produk kelapa.

Sayangnya, saat ini Indonesia hanya mengekspor kelapa mentah. Namun, dari ekspor kelapa mentah saja, Indonesia dapat mengantongi kurang lebih Rp26 triliun.

“Kita ekspor mentah (kelapa). Kurang lebih (nilai ekspor kelapa) Rp26 triliun sekarang. Kalau kita olah ini yang kita ekspor adalah coconut milk (santan) dengan VCO (Virgin Coconut Oil/minyak kelapa murni). Ini 100 kali lipat, 10 ribu persen. Artinya apa? Kalau Rp26 triliun yang kita ekspor sekarang, kemudian kita hilirisasi itu menjadi Rp2.600 triliun,” ujar Amran, dalam Rakornas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Ritz Carlton Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2025).

Dengan besarnya potensi ini, Amran lantas meminta kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bergotong-royong membangun pabrik hilirisasi kelapa. Jika pembangunan pabrik ini dilakukan dengan bergandeng tangan, ia mengira biaya pembangunan pabrik bisa jadi lebih murah.

Dia memperkirakan, pembangunan satu pabrik hilirisasi produk kelapa membutuhkan biaya sekitar Rp30 miliar. Artinya, jika pabrik tersebut dibangun oleh 100 UMKM, tiap pelaku usaha hanya perlu mengeluarkan modal sebesar Rp300 juta, yang dapat disisihkan dari omzet per bulan yang dikantongi UMKM.

“Murah pabriknya. Itu cuma berapa? Rp30 miliar satu biji (pabrik). Murah. Kalau Rp30 miliar UMKM berkumpul 100, Rp 30 juta, Rp30 juta, omzetnya sisihkan 1 bulan. Ini selesai,” ujar dia.

Sementara itu, sebelumnya Amran menyebutkan, hilirisasi kelapa dinilai bisa menjadi solusi dari tingginya harga kelapa saat ini. Meski begitu, harga per butir kelapa yang saat ini mencapai Rp4-6 ribu per butir dinilai menguntungkan petani.

Kondisi ini berbeda dari kondisi sebelumnya, di mana per butir kelapa hanya dihargai di kisaran Rp1.350.

“Itu kami sudah monitor, dan itu berkah buat petani kelapa Indonesia karena ada pergeseran konsumen pangan, khususnya kelapa di Cina dan beberapa negara lain, itu menjadi favorit,” kata Amran, kepada awak media, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/8/2025).

Baca juga artikel terkait MENTAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana