tirto.id - Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, meminta agar para mahasiswa tak pesimistis terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah dijalankan pemerintah.
Hal ini disampaikannya merespons demonstrasi sejumlah mahasiswa yang menolak program tersebut dilanjutkan.
“Masa mahasiswa tidak setuju dengan itu? Yang tidak setuju apanya? Misalkan, ada soal-soal pesimisme,” ujar Ferry kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/6/2026).
Menurut Ferry, Koperasi Merah Putih dirancang untuk menjadikan masyarakat sebagai pelaku ekonomi sekaligus memperkuat aktivitas usaha di tingkat desa.
Politikus Partai Gerindra ini menerangkan, pemerintah saat ini juga sedang berupaya membangun kelembagaan koperasi melalui pembentukan badan hukum, pembangunan fisik, hingga persiapan operasionalisasi. Ferry meminta masyarakat tidak buru-buru menilai program tersebut.
“Memang tidak mudah mengoperasionalkan tapi jangan pesimis dan rakyat kan butuh badan usaha, butuh ekonominya bangkit. Masa mahasiswa tidak mendukung rakyat? Mahasiswa mana itu yang tidak mendukung rakyat?,” kata Ferry.
Lebih lanjut, Ferry menegaskan pemerintah tetap melanjutkan program KDKMP meski menuai kritik dari sejumlah pihak. Menurut dia, hal ini turut diikuti dengan evaluasi secara berkelanjutan.
Terkait target pembangunan KDKMP, Ferry mengatakan pemerintah menyesuaikan target pembangunan fisik pada tahun ini menjadi maksimal 40 ribu unit. Menurut dia, hingga saat ini, pembangunan fisik koperasi desa telah mendekati 30 ribu unit.
“Namanya koperasi desa ini kan amanatnya undang-undang 45 pasal 33 dengan seluruh ayat-ayatnya. Kalau mahasiswanya anti pasal 33, mahasiswa dari negara mana itu?” tuturnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





































