tirto.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), M Irfan Yusuf, mengklaim tidak ada kenaikan harga maskapai untuk pemberangkatan haji meski ada kenaikan harga minyak dunia imbas konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Menurut Irfan, pemerintah pusat juga telah menandatangani kontrak terkait harga maskapai untuk pemberangkatan haji sebelum ada konflik Iran dengan AS-Israel. Oleh karena itu, tak ada peningkatan harga maskapai hingga saat ini.
"Sampai hari ini maskapai belum mengajukan perubahan harga karena memang kontraknya sudah kita sepakati beberapa waktu yang lalu," tuturnya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Di satu sisi, pria yang dikenal dengan sapaan Gus Irfan ini menyatakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menemui pihak maskapai. Dalam pertemuan itu, kedua pihak disebut tidak memperbincangkan soal kemungkinan kenaikan harga. Akan tetapi, Irfan mengakui, Kemenhaj serta pihak maskapai membahas terkait perubahan rute imbas perang Iran serta AS-Israel.
Sementara itu, ia memastikan penerbangan kloter haji 2026 tidak akan transit atau langsung menuju Arab Saudi.
"Kemarin kita ketemu dengan mereka juga tidak bicara tentang kenaikan harga, hanya bicara tentang kemungkinan-kemungkinan perubahan jalur saja," ucap Irfan.
"Selama ini [penerbangan klotet haji] enggak transit, langsung," lanjut dia.
Irfan turut mengeklaim tidak ada kendala dalam persiapan keberangkatan kloter haji 2026. Beberapa kendala justri dialami Kemenhaj. Salah satunya, yakni soal kepemilikan aset yang masih bersinggungan dengan Kementerian Agama (Kemenag).
"Artinya perlu waktu, perlu kejelasan status terkait aset, kemudian terkait dengan SDM, ada berapa SDM yang sudah mau bergeser, tapi belum dilepas oleh Kemenag. Enggak banyak, hanya mungkin enggak sampai lima persen dari semua. Itu mungkin tinggal pendekatan kita dengan Kemenag," urai Irfan.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id



























