Mengenal Jenis Kopi Asli Indonesia: dari Gayo Hingga Sidikalang

Oleh: Abdul Hadi - 15 Februari 2020
Dibaca Normal 2 menit
Indonesia mempunyai beragam jenis kopi dengan kekhasan masing-masing serta varian rasa dan aroma yang unik.
tirto.id - Letak geografis dan struktur tanah yang baik menjadikan Indonesia lahan subur untuk membudidayakan kopi. Oleh sebab itu, Indonesia dibilang sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik dunia.

Melansir laman, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Indonesia adalah penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Rata-rata produksinya mencapai 700 ton setiap tahunnya atau setara sembilan persen dari produksi kopi dunia.

Tren perdagangan kopi di Indonesia terus meningkat sepanjang tahunnya. Penyebabnya, bukan sekadar perkara ekonomi, melainkan sudah menjadi konsumsi sehari-hari.

"Untuk permintaan pasar domestik masih akan terus naik. Apalagi sekarang kopi bukan hanya konsumsi, tetap juga menjadi gaya hidup," ujar Daroe Handojo, Wakil Ketua Spetialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) sebagaimana dilansir laman Kemenperin.

Indonesia mempunyai beragam jenis kopi dengan kekhasan masing-masing serta varian rasa dan aroma yang unik. Berikut macam-macam kopi asli Indonesia sebagaimana dilansir laman Otten Coffee:

  • Kopi Sulawesi

Biji kopi Sulawesi yang paling terkenal adalah biji kopi asal Toraja. Selain kebudayaannya yang telah mendunia, rupanya tanah Toraja juga diberkahi dengan lahan subur untuk menumbuhkan kopi dengan kualitas baik.

Tekstur biji kopi Toraja berciri kecil. Kulit bijinya lebih licin dan mengkilap dari jenis biji-biji kopi lainnya. Sedangkan cita rasanya khas dengan keasaman tertentu, serta meninggalkan sensasi rasa pahit di awal dan hilang dalam sekali teguk.

  • Kopi Sumatera

Biji kopi Sumatera terdiri dari beragam varian seperti kopi Sidikalang, Lintong, dan Mandheling. Tekstur kopi Sumatera biasanya halus dan berbau tajam, serta beraroma rempah kuat.

Dari jenis-jenis kopi lainnya, cita rasa kopi Sumatera tergolong berat. Ia memiliki banyak penggemar di pasar domestik dan internasional. Gabungan rasa yang padat dan beraroma rempah ini menjadikan kopi Sumatera termasuk salah satu kopi asli Indonesia yang paling laris di pasaran.

  • Kopi Bali Kintamani

Kopi Bali Kintamani menjadi jenis kopi Indonesia dengan cita rasa unik dan berbeda dari kopi di daerah-daerah lain. Terdapat sensasi rasa buah-buahan dengan rasa yang lembut dan tidak tajam.

Cita rasa buah-buahan yang dikandung kopi Kintamani disebabkan sistem tanam tumpang sari, yang ditanam bersama dengan jenis tanaman lain seperti sayuran dan buah jeruk. Jika diseduh, rasa kopi Kintamani Bali bercorak cukup asam dan segar.

  • Kopi Papua Wamena

Kopi Papua Wamena ini ditanam di lahan dengan ketinggian 1.500 meter dengan suhu 20 derajat. Kopi Papua Wamena ini juga biasanya ditanam secara organik dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia.

Cita rasa kopi Papua Wamena tergolong ringan dan memiliki tingkat keasaman rendah. Selain itu, tekstur biji kopinya lembut dan nyaris tanpa ampas. Aroma kopi Papua Wamena juga tajam dan nikmat menjadikan kopi ini memiliki penggemarnya tersendiri.

  • Kopi Aceh Gayo

Sebagian besar jenis kopi arabika terbaik berasal dari kopi Gayo. Karenanya, kopi Gayo memiliki banyak penikmat dan menjadi jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi dan diekspor ke luar negeri.

Cita rasa kopi Gayo lebih pahit dan sekaligus juga memiliki tingkat asam rendah. Aroma kopi Gayo sangat tajam dan beraroma gurih ketika dihirup di tiap sesapannya.

  • Kopi Flores Bajawa

Kopi Flores Bajawa berasal dari Kabupaten Ngada. Ia tumbuh di dataran Flores yang mengandung andosol subur dari abu gunung berapi.

Biasanya, kopi Flores Bajawa diolah melalui proses giling basah. Terdapat juga aroma buah-buahan dan sensasi tembakau. Cita rasa khas ini tidak didapatkan dari biji kopi dari daerah lain.

  • Kopi Jawa

Kelebihan dari cita rasa kopi Jawa adalah aroma rempah yang muncul secara alami. Kendati rasanya tidak sekuat kopi Sumatera dan Sulawesi dari sensasi rasa dan aromanya, namun aroma rempahnya menjadi daya tarik tersendiri di kalangan penikmat kopi.

Sebagian besar kopi Jawa diproses dengan giling basah. Efeknya, cita rasa kopi Jawa tidak terlalu kuat. Ia cenderung ringan dan tidak terlalu pahit.


Baca juga artikel terkait BIJI KOPI atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight