Menuju konten utama

Mendukbangga Janji Akan Turun Tangan Tangani Kasus Perundungan

Ia menyebut Kemendukbangga akan menyosialisasikan soal pencegahan bullying kepada masyarakat.

Mendukbangga Janji Akan Turun Tangan Tangani Kasus Perundungan
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Rapat kerja tersebut membahas laporan perkembangan pelaksanan rekomendasi Panja Pengawasan Komisi IX DPR atas Percepatan Penurunan Stunting. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengaku akan turun tangan menangani kasus perundungan (bullying) yang marak terjadi di antara anak-anak. Presiden Prabowo Subianto disebut turut meminta Kemendukbangga turun tangan menangani kasus bullying anak.

"InsyaAllah kita turun tangan karena ini sudah di-statement-kan juga oleh Bapak Presiden, kami seriusi," ucapnya usai menemui Prabowo di Istana, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025).

Ia menyebut Kemendukbangga akan menyosialisasikan soal pencegahan bullying kepada masyarakat. Proses sosialisasi disebut akan dilakukan Direktorat Jenderal Bina Keluarga, Balita, dan Anak.

Wihaji menegaskan, perundungan tidak seharusnya terjadi apapun penyebabnya. Sebab, ia mengingatkan, setiap orang memang memiliki kelebihan maupun kekurangan masing-masing.

"Bullying tidak boleh apapun sebabnya, siapapun orangnya, yang mem-bully maupun yang di-bully. Sudah saya sampaikan bahwa ini tidak boleh apapun alasannya. Kita edukasi karena begini, setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan," lanjut Wihaji.

Sebagai informasi, kasus bullying terkini menimbulkan korban meninggal dunia, yakni siswa SMPN 19 Tangerang Selatan yang berinisial MH (13).

Ia diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh teman sekelasnya hingga mengalami luka serius di kepala. Kasus ini pertama kali diungkap oleh Rizky Fauzi, kakak korban.

Ia melaporkan kejadian tersebut melalui pesan langsung ke akun media sosial @tangsel_update. Dalam laporannya, Rizky menyebut bahwa adiknya kini mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan setelah insiden tersebut.

“Sehari setelah kejadian baru ngadu ke keluarga karena sudah tidak kuat menahan sakit di kepala,” tulis Rizky dalam pesannya.

Ia menjelaskan, kejadian itu berlangsung pada Senin, 20 Oktober 2025, di ruang kelas. MH diduga dipukul menggunakan kursi besi oleh teman sekelasnya, hingga mengalami sakit kepala berat yang kemudian membuat kondisi fisiknya terus menurun.

“Sekarang kondisinya sangat memprihatinkan, tidak bisa berjalan, tubuh lemas, mata agak rabun, sering pingsan, dan tidak mau makan,” ungkapnya.

Menurut keluarga korban, pihak pelaku sempat bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan korban, namun belakangan tidak melanjutkan tanggung jawab tersebut. Sementara pihak sekolah, disebut keluarga, tidak mengambil peran aktif dalam penyelesaian kasus itu.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Farida Susanty