tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memerintahkan agar Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Teguh Setyabudi mengirim tim untuk menangani layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi korban bencana Sumatra.
Dengan demikian, dokumen yang hilang atau rusak dapat segera diganti saat situasi memungkinkan.
“Jadi dari sekarang, Pak Teguh segera berangkat, buat 3 tim ke Sumut, kemudian ke Aceh dan ke Sumatera Barat untuk memulai para dukcapilnya mana yang enggak aktif, mana yang rusak mesinnya, perbaiki segera dengan anggaran yang ada,” ujar Tito dalam keterangannya, dikutip Kamis (11/12/2025).
Menurut Tito, hal itu menjadi penting sebagai bagian dari pemulihan layanan dan wujud kehadiran negara dalam situasi darurat. Terlebih, sudah banyak laporan masyarakat akan kerusakan dan hilangnya dokumen kependudukan akibat banjir.
Atas arahan tersebut, Ditjen Dukcapil menurunkan tim pusat ke tiga provinsi tersebut. Untuk Provinsi Aceh, sebanyak 16 personel dengan koordinator Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari dan Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Muhammad Farid.
Mereka ditempatkan di Kabupaten Aceh Tamiang dan Langsa, masing-masing 5 personel, serta Aceh Timur sebanyak 4 personel.
Kemudian di Sumut, 14 personel dikerahkan dengan koordinator Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Muhammad Nuh Al-Azhar dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah Agus Irawan. Tim bertugas di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Sibolga, masing-masing 4 personel.
Untuk Provinsi Sumbar, Ditjen Dukcapil menerjunkan 14 personel dengan koordinator Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Dukcapil Hani Syopiar Rustam dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Handayani Ningrum. Tim bertugas di Kabupaten Padang Pariaman, Solok, dan Agam, masing-masing 4 personel.
Teguh menuturkan para personel tersebut bertugas memetakan wilayah terdampak, mengecek kondisi peralatan layanan memastikan ketersediaan blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), serta menilai kebutuhan dukungan teknologi di lapangan.
“Untuk menjaga layanan tetap berjalan, Ditjen Dukcapil juga menyiapkan perangkat pendukung seperti akses internet Starlink, panel surya, ribbon, dan film,” tuturnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























