Menuju konten utama

Komdigi Targetkan Jaringan Komunikasi Aceh Pulih 75% Pekan Ini

Abdul berharap akses komunikasi di Aceh ini dapat dimanfaatkan meski masih bersifat terbatas.

Komdigi Targetkan Jaringan Komunikasi Aceh Pulih 75% Pekan Ini
Warga berjalan di desa yang luluh lantak pascabanjir di Desa Bundar, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (9/12/2025). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per Selasa (9/12) ada 964 orang meninggal, sementara itu jumlah pengungsi bencana mengalami penurunan dari 1.057.482 jiwa, kini menjadi 894.101 jiwa dibandingkan sehari sebelumnya, Senin (8/12) sedangkan 264 jiwa belum ditemukan dengan rincian 31 jiwa masih hilang di Aceh, 138 jiwa hilang di Sumatera Utara, dan 95 hilang di Sumatera Barat. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/mrh/foc.

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan proses pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak bencana di Aceh terus dilakukan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan setidaknya 75 persen layanan telekomunikasi kembali pulih pada pekan ini.

“Untuk kondisi jaringan komunikasi di Provinsi Aceh, total BTS yang ada 3.414 unit, yang sudah aktif itu 1.789 BTS atau 52,48 persen. Target pulih dari Komdigi 75 persen hingga akhir minggu ini,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (10/12/2025).

Abdul berharap akses komunikasi di Aceh ini dapat dimanfaatkan meski masih bersifat terbatas.

Di Sumatra Barat, Abdul menyebut bahwa total wilayah yang terhubung dengan komunikasi ada 7 kabupaten kota, 22 kecamatan, 31 nagari, dan 31 jorong. Dia berharap kondisi bisa berangsur membaik.

Selain itu, pemasangan jembatan bailey di sejumlah titik juga kini sudah hampir rampung. Abdul berharap jembatan penghubung ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat.

Untuk diketahui, BNPB mencatatkan penambahan lima korban meninggal dunia dalam bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dengan demikian, jumlah korban tewas hingga Rabu (10/12), mencapai 969 jiwa.

Abdul Muhari, menyebut penambahan jenazah itu berdasarkan penemuan di Langkat sebanyak 2 jenazah dan 3 jenazah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Sementara itu untuk korban hilang, Abdul mengatakan berjumlah 252 jiwa. Hal itu berarti terdapat pengurangan dari yang sebelumnya sebanyak 264 orang.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto