Maulid Nabi Jatuh pada Tanggal 12 Rabiul Awal 28 September 2023

Kontributor: Nurul Azizah, tirto.id - 29 Agu 2023 11:55 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Maulid Nabi jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal yang bertepatan dengan 28 September 2023. Berikut informasi selengkapnya.
tirto.id - Maulid Nabi jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal yang bertepatan dengan tanggal 28 September 2023. Penetapan hari Maulid Nabi ditetapkan berdasar penanggalan Hijriah/ Komariah.

Berdasarkan SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023, hari peringatan Maulid Nabi termasuk dalam hari libur tanggal merah atau hari libur nasional.

Kata Maulid Nabi berasal dari dua kata, yakni ‘Maulid’ dan ‘Nabi’. Kata ‘Maulid’ berarti kelahiran atau lahir dan kata ‘Nabi’ mengacu pada Nabi Muhammad. Maulid Nabi atau kerap juga disebut dengan istilah Maulud merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad yang berlangsung pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.

Peringatan Maulid Nabi akan disambut dengan suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia untuk merenungi dan meneladani segala kebaikan Nabi Muhammad. Berbagai hal akan dilaksanakan umat Islam untuk mensyukuri hari lahir Nabi Muhammad sehingga tumbuh perasaan cinta yang lebih dalam pada Rasulullah.



Kapan Maulid Nabi 2023?

Nabi Muhammad lahir pada 12 Rabiul Awal menurut kalender Hijriah. Peringatan Maulid Nabi tahun 2023 jatuh bertepatan pada Kamis, tanggal 28 September 2023.

Hari Maulid Nabi juga ditetapkan sebagai tanggal merah atau hari libur nasional. Hal tersebut telah diatur dalam SKB 3 Menteri yang terdiri dari Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Contoh Perayaan Maulid Nabi di Indonesia

Umumnya peringatan Maulid Nabi di Indonesia dilaksanakan dengan pengajian yang digelar di masjid, mushola, hingga gedung pertemuan. Tema-tema dari pengajian ini tentunya berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad, meneladaninya dan memupuk rasa cinta pada Sang Nabi.

Setiap wilayah di berbagai belahan dunia tentunya memiliki cara tersendiri dalam menyambutnya. Perayaan Maulid Nabi di Dubai disambut dengan shalawat dengan rebana, Afghanistan menyambutnya dengan berbagi makanan. Selain itu, banyak pula yang menyambutnya dengan ceramah-ceramah agama.

Berkaitan dengan perayaan Maulid Nabi, menurut laman resmi Muhammadiyah hukum Maulid Nabi termasuk perkara ijtihadiyah dan tidak ada kewajiban sekaligus larangan untuk melaksanakannya. Jika perayaan ini membudaya di masyarakat, maka penting untuk diperhatikan aspek-aspek yang memang dilarang agama.

Perbuatan yang dilarang dalam perayaan Maulid Nabi adalah perbuatan bid’ah yang mengandung unsur syirik serta memuja Nabi Muhammad secara berlebihan. Selain itu, perayaan Maulid Nabi juga harus didasarkan pada kebermanfaatan atau kemaslahatan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dipahami bahwa perayaan Maulid Nabi menjadi hal yang boleh dilaksanakan asalkan tidak ada unsur bid’ah yang mengandung syirik dalam pelaksanaannya, tidak berlebihan dalam memuja Nabi Muhammad, dan perayaannya harus memperhatikan unsur kemaslahatan. Berikut adalah contoh kegiatan yang dapat dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi.

1. Melaksanakan Pengajian

Perayaan Maulid Nabi Muhammad dengan melaksanakan pengajian merupakan hal yang baik untuk dilaksanakan. Melalui kajian, diharapkan umat Islam dapat meningkatkan rasa cinta pada Nabi Muhammad. Bentuk teladan Nabi Muhammad dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan melaksanakan Islam secara keseluruhan.

2. Khataman Al-Qur’an


Membaca Al-Qur’an merupakan kegiatan mulia yang sangat dicintai Allah SWT. Bahkan pahala dari membaca Al-Qur’an setiap hurufnya terhitung 10 kebaikan. Kegiatan khataman Al-Qur’an akan lebih baik lagi saat disertai dengan tadabbur Al-Qur’an.

3. Penggalangan Dana dan Sedekah

Islam selalu mengajarkan untuk memberikan sebagian harta bagi yang membutuhkan. Salah satu implementasinya dapat dilaksanakan berupa penggalangan dana. Kegiatan ini juga merupakan bentuk meneladani Nabi Muhammad yang gemar memberikan bantuan pada sesama manusia.

4. Santunan Anak Yatim

Islam memerintahkan pada umatnya untuk mencintai anak yatim dan Nabi Muhammad merupakan sebaik-baik teladan dalam melaksanakan Islam. Salah satu cara untuk mencintai anak yatim adalah dengan memberikan santunan pada anak yatim. Santunan ini tidak hanya dapat dilaksanakan saat momentum Maulid Nabi, tetapi juga setiap saat setelahnya untuk selalu berbuat baik pada anak yatim.


Baca juga artikel terkait MAULID NABI 2023 atau tulisan menarik lainnya Nurul Azizah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Yulaika Ramadhani

DarkLight