tirto.id - Pembinaan mental agama di sekolah menjadi salah satu materi yang disampaikan pada kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Materi pembinaan mental agama di sekolah tersedia dalam bahasan ini. Selain itu, tersedia pula pengantar mengenai pengertian, tujuan hingga isi materi tersebut.
Dulunya kegiatan yang serupa dengan MPLS bernama MOS (Masa Orientasi Siswa). Namun, istilah lama tersebut identik dengan hal-hal negatif seperti perpeloncoan, penganiayaan terhadap siswa baru sampai ajang "balas dendam" dari siswa senior.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat itu mengubah MOS menjadi MPLS melalui Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016. Siswa baru mendapatkan berbagai kegiatan positif. Mereka juga memperoleh pengarahan mengenai tema pembinaan mental agama di sekolah.
Apa yang Dimaksud dengan Pembinaan Mental Agama?
Pembinaan adalah suatu usaha atau tindakan dengan tujuan tertentu. Mental merujuk pada kepribadian yang tercermin melalui sikap dan perbuatan. Sementara itu, agama adalah perintah Tuhan yang mengajarkan tata keimanan, peribadatan, serta kaidah pergaulan manusia.
Dengan demikian, makna pembinaan mental agama di sekolah adalah suatu upaya mengarahkan perbuatan para siswa menuju moral lebih baik. Moral tersebut didasarkan pada ajaran agama yang dianut oleh masing-masing siswa.
Tujuan Pembinaan Mental Agama di Sekolah
Adanya pembinaan mental agama di sekolah memiliki tujuan mulia. Siswa diharapkan akan memiliki perilaku baik dan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kebaikan mental beragama menjadikan seseorang seakan terikat dengan ajaran dari Tuhan dengan menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Saat ketakwaan ini dilakukan maka menjadikan mental menjadi lebih sehat.
Hal itulah yang membuat seseorang harus mempelajari ilmu agama yang dianutnya secara sungguh-sungguh. Bagi siswa, mereka diharapkan tidak sampai meninggalkan ajaran dalam kehidupan sehari-hari sekali pun cukup padat aktivitasnya di sekolah atau luar sekolah.
Ada berbagai cara bagi sekolah untuk membangun mental agama dari siswanya. Misalnya menerapkan aturan salat wajib berjemaah selama berada di sekolah bagi siswa muslim, membiasakan berdoa sebelum belajar, mengajarkan sikap saling menolong, dan sebagainya.
Mengapa Pembinaan Keagamaan Penting Dilakukan di Sekolah?
Ajaran agama tidak boleh dilepaskan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Keberadaannya juga menjadi bagian dari pendidikan untuk para siswa.
Pendidikan agama merupakan unsur penting yang berkaitan langsung dengan pendidikan moral dan pembinaan mental. Alasannya, banyak nilai-nilai moral yang sejatinya sudah ada dalam ajaran setiap agama.
Berkaca dari hal tersebut, pendidikan agama di sekolah secara otomatis punya beban moral dalam membentuk mental para peserta didik. Salah satu yang ditekankan dalam upaya pembinaan moral siswa adalah mengontrol gejolak pubertas yang dialami para siswa saat memasuki usia remaja.
Masa pubertas remaja secara tidak langsung berimbas kepada perkembangan mental, pemikiran, emosi, kesadaran sosial, serta cara mereka menyikapi sesuatu hal. Salah satunya dampak negatifnya adalah penyelewengan terhadap agama yang dianut.
Untuk itu, sosok guru di sekolah akan menentukan bagaimana kontrol siswa terhadap dirinya sendiri. Referensi dan metodologi mengajar guru akan menentukan bagaimana pemahaman para peserta didik terhadap suatu materi, terutama pendidikan moral agama.
Materi pembinaan mental agama di sekolah dalam rangkaian proses MPLS diharapkan menjadi fondasi bagi ada siswa. Mereka dapat menerapkan ajaran agama sejak sebelum menjalani pendidikan di tahun ajaran baru.
Link Unduh Materi MPLS Pembinaan Mental Agama di Sekolah
Pemaparan materi pembinaan mental agama bagi siswa dapat disampaikan dalam bentuk presentasi power point (PPT). PPT pembinaan mental agama di sekolah tersedia banyak contohnya di internet. Berikut tautan untuk mengunduhnya:
- Materi MPLS Pembinaan Mental Agama di Sekolah PPT (1)
- Materi MPLS Pembinaan Mental Agama di Sekolah PPT (2)
- Materi MPLS Pembinaan Mental Agama di Sekolah PPT (3)
Rangkuman Materi Pembinaan Mental Agama di Sekolah
Pengertian pembinaan mental agama adalah upaya untuk memperbaiki atau membimbing melalui nasihat ajaran agama untuk seseorang atau kelompok agar mengamalkan semua ajaran dan kewajiban dari agama yang dianutnya. Hal itu dapat mengantarkannya pada keselamatan di dunia dan akhirat.
Saat mental seseorang sehat, akan tampak dari berbagai hal dalam dirinya. Mental sehat dikenali dengan ciri-ciri:
- Memiliki perasaan cenderung tenang dan senang.
- Mampu menyelesaikan berbagai masalah yang dialami
- Perbuatannya cenderung bernilai positif seperti jujur, tidak berkhianat, suka menolong, peduli dengan orang lain, dan sebagainya
- Senantiasa percaya diri dan pantang menyerah
- Rajin menjalankannya beribadah dan konsisten
- Merasa senantiasa dekat dengan Tuhan
Inilah yang membuat pembinaan mental agama mesti dilakukan sejak dini. Seiring berjalannya waktu, generasi muda akan lebih matang mentalnya sehingga bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Dengan demikian, mereka mampu menyelesaikan masalahnya setiap masalah yang muncul dengan lebih bijak.
Adanya pembinaan mental agama akan menjadikan generasi muda memakai dasar dari keyakinannya pada Tuhan sebagai pedoman kehidupan. Perilakunya terikat dengan ajaran kebaikan dan menjauhi keburukan.
Adapun contoh pembinaan mental agama di sekolah misalnya dapat ditempuh dengan langkah:
- Senantiasa beribadah kepada Tuhan
- Membiasakan diri berpikir dan melakukan hal positif
- Menghindari perbuatan negatif
- Sabar dan berusaha menghadapi masalah dengan bijak
- Memperbanyak amal saleh dan sebagainya
Penulis: Fadli Nasrudin
Editor: Yantina Debora
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




































