Menuju konten utama

Khutbah Jumat 21 Agustus 2026 Bulan Rabiul Awal Tema Maulid Nabi

Teks khutbah Jumat 21 Agustus 2026 membahas tema tentang Maulid Nabi Muhammad saw. Simak isi khutbah Jumat lengkap dengan bacaan doa.

Khutbah Jumat 21 Agustus 2026 Bulan Rabiul Awal Tema Maulid Nabi
Ilustrasi ceramah di masjid. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Teks khutbah Jumat 21 Agustus 2026 berisi tema tentang Maulid Nabi Muhammad saw dan diperingati pada bulan Rabiul Awal. Naskah teks khutbah Jumat bisa menjadi panduan khatib.

Salat Jumat merupakan salah satu ibadah wajib bagi muslim laki-laki yang sudah baligh dan berakal. Ibadah dilakukan setiap hari Jumat di masjid secara berjamaah. Berbeda dengan muslim laki-laki yang diwajibkan untuk salat jumat setiap pekan, ibadah ini tidak diwajibkan bagi perempuan.

Salah satu rukun atau hal yang wajib ada dalam salat jumat adalah khutbah. Khutbah disampaikan khatib dan terdiri dari dua bagian yang perlu didengar para jemaah.

Untuk itu, para khatib biasanya mempersiapkan teks khutbah yang bisa membantu dalam menyampaikan khutbah agar tidak ada yang terlewat.

Teks Khutbah Jumat 21 Agustus 2026

Bulan Agustus 2026 bertepatan dengan masuknya bulan baru dalam Islam, yakni Rabiul Awal 1448 Hijriah. Dalam bulan ketiga penanggalan Hijriah, terdapat momen penting yang hingga saat ini diperingati umat Islam.

Umat Islam memperingati hari kelahiran Rasulullah, Nabi Muhammad saw, setiap tanggal 12 Rabiul Awal tahun Hijriah. Bentuk peringatan hari kelahiran atau Maulid Nabi sendiri cukup beragam, seperti menggelar kegiatan atau acara keagamaan.

Namun, hal yang paling penting dalam perayaan Maulid Nabi adalah turut meneladani akhlak. Banyak teladan yang telah diajarkan Nabi Muhammad saw yang bisa dicontoh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan untuk meneladani dan mengenal Rasulullah saw juga dapat disampaikan dalam khutbah jumat. Berikut ini teks khutbah jumat 21 Agustus 2026 dengan tema tentang Maulid Nabi:

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ

اَللّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِه وِأَصْحَابِه وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلى يَوْمِ الدّيْن وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ....

Marilah senantiasa berupaya meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata'ala. Mari kita tunaikan segala kewajiban dan tinggalkan segala larangan-Nya.

Semoga kita menjadi pribadi yang senantiasa dirahmati Allah dan tergolong sebagai hamba yang beriman. Semoga selama hidup hingga akhir hayat, Allah tetapkan nikmat iman dan Islam kepada kita semua, senantiasa. Aamiin.

Hadirin salat Jumat yang dirahmati Allah ....

Saat ini kita sudah menyambut bulan baru, bulan kelahiran junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita akan memperingati Maulid Nabi yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1448 H atau hari Selasa, 25 Agustus 2026.

Bulan Rabiul Awal merupakan bulan mulia, bulan lahirnya sosok suri tauladan bagi manusia. Nabi Muhammad saw diutus ke bumi sebagai seorang nabi dan rasul untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Allah Swt. berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 107:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ۝١٠٧

wa mâ arsalnâka illâ raḫmatal lil-‘âlamînKami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Artinya:"Kasih sayang yang ditebarkan Nabi Muhammad saw. bukan sekadar ucapan, melainkan dalam laku hidup keseharian beliau. Kasih sayang ini bahkan tidak hanya kepada manusia, baik kaum mukmin maupun musyik, tetapi juga kepada seluruh makhluk ciptaan Allah."

Ilustrasi Maulid Nabi

Ilustrasi Maulid Nabi. foto/istockphoto

Hadirin salat Jumat yang berbahagia ….

Mari kita mengingat sebuah peristiwa ketika Nabi Muhammad saw terlibat perang Uhud bersama kaum muslimin. Dalam perang itu, paman Nabi yang bernama Hamzah bin Abdul Muthalib, ikut berperang dan terbunuh oleh Wahsyi, seorang budak berkulit hitam.

Wahsyi tak hanya membunuh, tapi juga mencabik-cabik isi perutnya. Melihat itu, Rasulullah saw sangat sedih, sekit hati, dan marah. Namun, ketika suatu hari Wahsyi menyatakan diri di hadapannya untuk masuk Islam, Nabi pun memaafkan, walaupun tidak mau melihat wajah Wahsyi lagi karena akan terus mengingat peristiwa terbunuhnya paman Nabi.

Nabi Muhammad saw adalah sangat pemaaf, sebab itu diutus sebagai rahmat di bumi Allah. Sifat pemaaf kemudian bisa kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Allah Swt. telah berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 199:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ ۝١٩٩

khudzil-‘afwa wa'mur bil-‘urfi wa a‘ridl ‘anil-jâhilîn

Artinya:"Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh."

Hadirin salat Jumat rahimakumullah ….

Sebagai umatnya, kita senantiasa bersyukur atas kehadiran Nabi Muhammad saw dan teladan-teladan yang telah diberikan. Rasul diutus ke muka bumi sebagai rahmat bagi seluruh alam dan kita pun turut mendapat kasih sayangnya, meski tanpa pernah bertemu muka.

Untuk itu, dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw, hendaknya kita turut merayakan kegembiraan dan mengamalkan kebaikan. Bentuk ibadah yang bisa diamalkan dalam rangka Maulid Nabi adalah seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, hingga membaca sejarah perjalanan kehidupan Nabi Muhammad saw serta selalu berselawat.

Ilustrasi maulid nabi Muhammad

Ilustrasi maulid nabi Muhammad. FOTO/iStockphoto

Selawat kepada Nabi Muhammad saw juga merupakan ibadah yang spesial karena selawat merupakan ibadah yang pasti akan diterima oleh Allah. Hal ini dijelaskan Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab Kifayatul Atqiya halaman 48:

وَأَنَّ جَمِيعَ الْأَعْمَالِ مِنْهَا الْمَقْبُولُ وَمِنْهَا الْمَرْدُودُ إِلَّا الصَّلَاةَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهَا مَقْطُوعٌ بِقَبُولِهَا إِكْرَامًا لَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحُكِيَ اتِّفَاقُ الْعُلَمَاءِ عَلَى ذَلِكَ

Artinya: “Semua amal ibadah berpotensi diterima dan ditolak Allah kecuali shalawat nabi saw karena ibadah shalawat dipastikan penerimaannya sebagai bentuk penghormatan terhadap Nabi Muhammad saw. Ijma’ ulama menghikayatkan masalah ini.”

Selain itu, Nabi Muhammad saw juga telah menyampaikan keutamaan-keutamaan membaca selawat, sebagaimana tercantum dalam salah satu hadisnya:

مَنْ صلَّى عَلَيَّ صلاَةً، صلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عشْرًا

Artinya: “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah Ta'ala ….

Semoga kita menjadi pribadi yang dimampukan untuk meneladani sifat-sifat nabi kita, Rasulullah Muhammad saw. Kelak, di hari akhir, semoga kita berkesempatan mendapat syafaat darinya. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ،

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Ilustrasi Maulid Nabi

Ilustrasi Maulid Nabi. foto/istockphoto

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلٓهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أٓلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ ‎

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

‎ َ‎اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ‎عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Pembaca bisa mengakses artikel mengenai khutbah jumat melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Khutbah Jumat

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo