Menuju konten utama

Marinir Terapkan Reward & Punishment di Latsarmil Manajer KMP

Hukuman bagi peserta tidak disamakan dengan standar prajurit, melainkan sesuai kemampuan fisik peserta.

Marinir Terapkan Reward & Punishment di Latsarmil Manajer KMP
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pelatih dari TNI memberlakukan hukuman fisik kepada peserta latihan dasar militer (latsarmil) jika kedapatan melanggar beberapa peraturan selama pendidikan. Salah satu contoh ketika peserta terlambat mengikuti apel pagi.

"Contoh saat apel pagi, mereka terlambat mungkin karena ketiduran dan sebagainya, kita berikan hukuman push up 10 atau 15 kali," kata Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin saat ditemui awak media di Markas Marinir, Cilandak, Jakarta Timur, dikutip Antara, Kamis (25/6/2026).

Agus menjelaskan hukuman fisik itu diberlakukan agar para peserta memiliki jiwa disiplin yang tinggi serta taat akan peraturan. Hukuman tersebut juga diharapkan membuat peserta hidup lebih tertib.

Tidak hanya karena telat mengikuti apel, para peserta juga akan menerima hukuman jika tidak mengikuti makan bersama.

Menurut Agus, hal tersebut harus dilakukan karena makan merupakan aktivitas yang wajib dilakukan demi menjaga kesehatan fisik peserta.

"Kita juga lakukan hukuman secara kolektif, contohnya tidak makan. Karena makan adalah untuk meningkatkan kemampuan kita, kalau tidak makan atau tidak bersama-sama yang lain, kita kasih hukuman supaya besok tidak mengulang lagi," kata dia.

Agus menekankan hukuman yang diberikan kepada para peserta pun tidak disamakan dengan standar prajurit, melainkan menyesuaikan dengan kemampuan fisik peserta.

Tidak hanya hukuman saja, pihaknya juga tidak segan memberikan reward atau penghargaan bagi peserta yang berprestasi selama pendidikan.

Hal tersebut dilakukan agar peserta termotivasi dan terus semangat dalam menjalani program latsarmil.

Hingga saat ini, lanjut Agus, seluruh rangkaian pendidikan latsarmil masih berjalan dengan aman dan kondusif.

Dia berharap proses pendidikan kali ini bisa selesai dengan baik dan seluruh peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan ketika mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Korps Marinir TNI AL juga menjelaskan ragam rutinitas peserta latsarmil yang dilakukan anggota Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Merah Putih ini.

Agus Mutaqin mengatakan kegiatan para peserta dibuka dengan bangun pagi pukul 04.30 WIB.

"Kemudian melaksanakan ibadah shalat Subuh. Selanjutnya kami lanjutkan kegiatan olahraga, pembinaan fisik, kemudian dilanjutkan makan pagi," kata Agus dikutip Antara.

Setelah makan pagi, para peserta mengikuti kegiatan apel pagi, kegiatan baris berbaris, dan akhirnya masuk ke kelas untuk mengikuti materi.

Setelah mengikuti materi kelas sampai sore, para peserta diajak mengikuti kegiatan "pengasuhan" oleh para pelatih.

"Pengasuhan adalah pemberian bekal-bekal, salah satunya mungkin pengenalan lingkungan, kemudian etika selama di sini, sikap PBB, dan sebagainya. Termasuk bekal-bekal keseragaman dan kekompakan," jelas Agus.

Setelah ragam kegiatan itu selesai dilakukan, kata Agus, peserta diizinkan untuk menjalankan istirahat, salat, dan makan sebelum akhirnya beristirahat pukul 21.30 WIB.

Agus menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan itu dilakukan dengan bimbingan para pelatih dari Korps Marinir.

Hingga saat ini, lanjut Agus, seluruh rangkaian pendidikan latsarmil masih berjalan dengan aman dan kondusif.

Dia berharap proses pendidikan kali ini bisa selesai dengan baik dan seluruh peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan ketika mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Baca juga artikel terkait KOPERASI MERAH PUTIH

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi