Menuju konten utama

Mandiri Capital Audit Transaksi Tak Wajar Rp83,7 M di Ayoconnect

Ayoconnect terakhir kali mengumpulkan 2,5 juta dolar AS dari Mandiri Capital Indonesia pada Januari 2024.

Mandiri Capital Audit Transaksi Tak Wajar Rp83,7 M di Ayoconnect
Pendiri dan CEO Ayoconnect Chiragh Kirpalani, memberikan presentasi di panggung Rajawali selama sesi Digitalk. FOTO/Ayoconnect

tirto.id - Mandiri Capital Indonesia (MCI) dikabarkan tengah meminta audit independen terhadap platform keuangan Ayoconnect. Sebagai investor, MCI meminta evaluasi keuangan startup Open Finance API itu lantaran mencium adanya transaksi mencurigakan senilai 5 juta dolar AS atau setara Rp83,76 miliar (kurs Rp16.752 per dolar ASyang melibatkan anak usaha Ayoconnect.

Dilansir dari laporan DealStreetAsia, audit oleh pihak ketiga ini digagas MCI lantaran transaksi mencurigakan itu diduga difasilitasi oleh seorang mantan eksekutif firma ventura BUMN dan dialirkan melalui anak perusahaan Ayoconnect yang terkait dengan sebuah perusahaan India.

Menanggapi hal itu, CEO Ayoconnect Chiragh Kirpalani berkilah bahwa tinjauan semacam itu terjadi di seluruh portofolio BUMN, dan tidak hanya di perusahaannya. “Sepertinya BUMN sedang melakukan sesuatu untuk semua firma portofolio mereka,” katanya, dikutip dari DealstreetAsia, Kamis (25/9/2025).

Namun demikian, di tengah pengawasan ini, Ayoconnect baru saja mengamankan pendanaan jangka pendek atau bridge round senilai 2 juta dolar AS yang dipimpin oleh investor existing Finch Capital.

Adapun, pendanaan bridge ini bertujuan memperpanjang cash runway Ayoconnect yang kesulitan menarik investor baru. Perusahaan juga telah melakukan efisiensi, termasuk dua kali pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pada April kurang dari 10 karyawan terdampak PHK dan berlanjut pada awal Juni yang menyasar sekitar 40 karyawan. Kirpalani membenarkan PHK tersebut, dan menyatakan bahwa perusahaan menghentikan sejumlah produk yang kurang berkinerja baik. Per 2 Juni, jumlah staf aktif tersisa 48 orang dari sebelumnya 96 karyawan.

Kirpalani mengonfirmasi pendanaan ini, yang juga diikuti pemegang saham lain yang tidak disebutkan identitasnya. Laporan yang sama menyebut MCI dan BRI Ventures tidak berpartisipasi dalam putaran ini.

Disebutkan bahwa MCI masih menunggu hasil audit independen terhadap transaksi mencurigakan di Ayoconnect, sedangkan BRI Ventures masih menahan diri karena adanya jeda internal untuk pencairan baru dan tidak adanya otoritas pengambilan keputusan, di samping penyelidikan di TaniHub juga masih berlangsung.

Tirto telah mencoba mengonfirmasi audit tersebut ke pihak Mandiri Capital Indonesia. Namun, hingga berita ini diturunkan pihak MCI belum memberikan jawaban. Demikian pula dengan CTO Ayoconnect Adi Vora yang belum memberikan penjelasan lanjutan ketika dihubungi Tirto.

Sebagai informasi, BRI Ventures dan MCI telah menjadi investor di Ayoconnect sejak 2020 dan 2021,sementara Finch Capital bergabung ke dalam cap table perusahaan tersebut pada 2017.

Dari sisi keuangan, Ayoconnect melaporkan kerugian yang meningkat tiga kali lipat pada 2022 menjadi 10,75 juta dolar AS karena pengeluaran membengkak hampir tiga kali lipat. Biaya umum dan administrasi membengkak 191 persen menjadi 10,98 juta dolar AS pada tahun tersebut, sementara biaya penjualan dan pemasaran melonjak menjadi 3,78 juta dolar AS dari 1,64 juta dolar AS pada 2021.

Ayoconnect terakhir kali mengumpulkan 2,5 juta dolar AS dari Mandiri Capital Indonesia pada Januari 2024, setelah ekstensi Seri B 13 juta dolar AS yang dipimpin oleh SIG Venture Capital pada Oktober 2022.

Baca juga artikel terkait MANDIRI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana