tirto.id - Menyiapkan makanan darurat untuk isi tas siaga bencana perlu dilakukan oleh setiap keluarga. Selama dipilih dan disiapkan dengan tepat, stok makanan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi ketika terjadi bencana.
Setiap individu atau keluarga dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana di rumah. Tas siaga bencana merupakan tas yang berisi perlengkapan penting dan sudah disiapkan sebelumnya agar bisa sewaktu-waktu dapat digunakan apabila terjadi keadaan darurat seperti bencana.
Tas ini dirancang agar mudah dibawa, terutama ketika harus segera melakukan evakuasi dengan cepat. Fungsi utama tas siaga bencana adalah membantu seseorang atau keluarga bertahan sementara waktu sampai situasi lebih aman atau bantuan datang.
Isi tas siaga bencana biasanya mencakup berbagai kebutuhan dasar, salah satunya adalah makanan. Mengingat makanan adalah barang bisa basi atau kedaluwarsa, maka kita wajib memeriksa dan mengganti makanan di dalam tas siaga ini secara rutin.
Kita harus cermat memilih bahan makanan yang hendak dimasukkan ke dalam tas siaga. Meski tidak ada aturan wajib tentang jenis atau merek produk yang harus dibawa, tapi masyarakat dianjurkan untuk memilih makanan tahan lama dan cukup bernutrisi bagi tubuh.
12 Makanan Darurat yang Perlu Di-stock untuk Siaga Bencana

Terdapat beberapa jenis makanan darurat yang bisa dipilih untuk dijadikan stok tas siaga bencana. Selain menentukan jenisnya, pastikan jumlahnya juga cukup untuk bertahan hidup setidaknya 3 hari. Berikut beberapa jenis makanan darurat untuk tas siaga bencana:
1. Makanan Kaleng
Makanan kaleng termasuk jenis bahan pangan yang umum disarankan untuk tas siaga bencana karena memiliki masa simpan yang cukup panjang. Proses pengalengan membuat makanan terlindungi dari bakteri dan udara sehingga bisa bertahan berbulan-bulan.Selain itu, banyak juga makanan kaleng yang sudah dimasak sebelumnya sehingga dapat langsung dikonsumsi. Beberapa contoh makanan kaleng untuk tas siaga bencana antara lain ikan sarden, kacang-kacangan, sup, atau buah kaleng.
2. Sereal
Sereal juga bisa dijadikan pilihan makanan darurat karena tergolong praktis dan cukup mengenyangkan. Produk sereal biasanya terbuat dari gandum, jagung, atau biji-bijian lain yang telah diproses sedemikian rupa agar mudah dikonsumsi.Selain praktis, sereal juga relatif ringan sehingga tidak menambah beban tas terlalu besar ketika harus melakukan evakuasi. Agar lebih bergizi, pilih sereal yang diperkaya dengan vitamin dan mineral sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa darurat.
3. Biskuit
Biskuit sering dipandang sebagai camilan, tapi ketika terjadi bencana, biskuit bisa jadi makanan darurat penyelamat. Biskuit umumnya terbuat dari tepung, gula, dan lemak yang dipanggang hingga kering sehingga tidak mudah rusak.Biskuit juga relatif ringan, mudah dibawa dan disimpan di dalam tas, serta bisa langsung dimakan tanpa perlu dimasak. Dalam kondisi darurat, biskuit dapat menjadi sumber energi yang cepat karena mengandung karbohidrat.

4. Buah Kering
Buah kering adalah buah yang telah melalui proses pengeringan untuk mengurangi kandungan airnya, contohnya kismis, aprikot, dan kurma. Proses pengeringan membuat buah tetap memiliki rasa manis alami sekaligus memperpanjang masa simpan dibandingkan buah segar.Dikutip dari Healthline, buah kering tetap kaya akan nutrisi seperti buah segar, bedanya hanya kadar air yang minimal dan ukurannya menyusut. Buah kering juga tinggi kalori, kaya akan mikronutrien seperti vitamin dan mineral, serta mengandung banyak serat.
5. Kacang atau Biji-bijian
Kacang dan biji-bijian mengandung banyak protein, lemak sehat, dan kalori sehingga dapat membantu menjaga energi dalam situasi darurat. Makanan ini juga cukup tahan lama jika disimpan dalam kemasan tertutup yang baik.Karena ukurannya kecil dan ringan, kacang-kacangan sangat praktis untuk dimasukkan ke dalam tas siaga bencana. Beberapa contoh kacang atau biji-bijian yang dapat dipilih antara lain kacang tanah, almond, kacang mete, chickpea, hingga kacang pistachio.
6. Cokelat
Dikutip dari laman Canadian Red Cross, cokelat bisa jadi pilihan makanan darurat yang baik untuk dimasukkan ke dalam tas siaga bencana. Cokelat diketahui mengandung protein, karbohidrat, lemak, serta mikronutrien penting bagi tubuh.Makanan ini juga tinggi kalori sehingga bisa memberikan banyak energi. Tentu tidak sembarang cokelat yang bisa dijadikan makanan darurat. Sebaiknya beli dark chocolate atau cokelat tanpa pemanis agar lebih sehat.

7. Protein/Energy Bar
Protein/energy bar merupakan makanan praktis yang dirancang untuk memberikan energi dalam porsi kecil. Produk ini biasanya terbuat dari campuran biji-bijian, kacang-kacangan, cokelat, atau buah kering, dan sering diperkaya dengan protein serta vitamin tambahan.Makanan padat kalori ini mudah dibawa, dan dapat langsung dimakan tanpa perlu persiapan apa pun. Dengan kandungan kalori yang cukup tinggi, energy bar dapat membantu menjaga stamina ketika seseorang harus bertahan dalam kondisi darurat atau saat proses evakuasi berlangsung.
8. Sosis Siap Makan
Makanan darurat berikutnya yang bisa dimasukkan ke dalam tas siaga bencana adalah sosis siap makan. Di pasaran, saat ini ada jenis sosis yang sudah diolah atau dimasak dan siap dikonsumsi sehingga sangat praktis.Produk sosis ini biasanya memiliki masa simpan yang cukup panjang selama kemasannya belum dibuka. Makanan ini cukup mengenyangkan dan mudah dibawa, cocok untuk dimasukkan ke dalam tas siaga bersama makanan darurat lainnya.
9. Daging Kering
Makanan darurat berikutnya yang bisa dipilih adalah daging kering. Proses pengeringan membuat kadar air menurun drastis sehingga daging dapat disimpan lebih lama dibandingkan daging segar. Daging kering tetap tinggi protein sehingga bisa mengenyangkan dan jadi sumber energi dalam kondisi darurat.Beberapa jenis daging kering bahkan bisa langsung dimakan tanpa perlu dimasak kembali. Contohnya adalah jerky yang populer sebagai camilan tinggi protein. Di Indonesia, kita mengenal abon yang siap makan, serta dendeng yang biasanya masih perlu dimasak.

10. Susu
Susu mengandung berbagai gizi penting sehingga bisa ikut dimasukkan ke dalam tas siaga bencana. Sebaiknya pilih jenis susu yang memiliki masa simpan lebih lama, seperti susu UHT atau susu bubuk.Susu bahkan bisa jadi barang yang wajib dibawa apabila memiliki bayi, terutama jika si kecil memang terbiasa mengonsumsi susu formula.
11. Air Putih
Air putih atau air mineral menjadi kebutuhan paling penting yang harus tersedia dalam tas siaga bencana. Meski air tersedia di alam, air bersih untuk minum mungkin akan susah didapatkan ketika terjadi bencana.Untuk tas siaga bencana, disarankan menyiapkan air minum dalam kemasan botol yang praktis dibawa. Air ini tidak hanya digunakan untuk diminum langsung, tapi juga dapat dipakai untuk kebutuhan lain seperti mencampur susu bubuk atau makanan instan.
12. Bubur dan Mie Instan
Alternatif makanan darurat yang terakhir adalah bubur dan mie instan. Kedua jenis makanan ini umumnya memiliki masa simpan yang cukup lama, serta praktis dan mudah disiapkan ketika diperlukan untuk dikonsumsi.Namun, jika dibandingkan dengan makanan darurat lain, makanan instan yang satu ini mungkin kurang menyehatkan sehingga baiknya dijadikan pilihan terakhir atau opsional. Apabila memiliki bayi, pertimbangkan untuk memasukkan bubur bayi instan ke dalam tas siaga.
Tips Memilih Makanan Darurat untuk Siaga Bencana

Dalam situasi darurat, akses terhadap dapur, listrik, atau bahan makanan segar bisa sangat terbatas. Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan yang praktis, tahan lama, dan mampu memenuhi kebutuhan energi tubuh selama masa evakuasi.
Berikut beberapa tips saat memilih makanan darurat, terutama untuk mengisi tas siaga bencana:
1. Pilih Makanan Tahan Lama
Makanan darurat sebaiknya memiliki masa simpan yang panjang agar tidak cepat rusak selama disimpan. Pilih produk yang dapat bertahan berbulan-bulan atau bahkan lebih lama, seperti makanan kaleng, biskuit kering, atau makanan instan.Jangan lupa untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa dan lakukan pengecekan secara berkala agar makanan yang disimpan di dalam tas siaga tetap aman untuk dikonsumsi.
2. Utamakan yang Siap Dimakan
Tidak semua makanan darurat yang sudah disebutkan sebelumnya bisa langsung dimakan. Beberapa perlu dimasak atau minimal dicampur dengan air agar siap dikonsumsi. Sayangnya, dalam situasi darurat, tidak selalu tersedia waktu atau peralatan untuk memasak.Oleh karena itu, sebaiknya utamakan memilih makanan yang siap dimakan tanpa perlu dipanaskan atau dimasak terlebih dahulu. Contohnya biskuit, buah kering, kacang-kacangan, cokelat batang, atau makanan kaleng yang sudah matang.
Jika makanan siap konsumsi sudah cukup dan masih ada ruang kosong, bisa dilengkapi dengan makanan darurat jenis lain.
3. Pilih Makanan yang Tinggi Kalori dan Nutrisi
Makanan darurat sebaiknya mampu memberikan energi yang cukup untuk menjaga stamina selama proses evakuasi atau saat menunggu bantuan. Jadi, dianjurkan untuk mengutamakan makanan darurat yang kaya kalori dan nutrisi.4. Perhatikan Kemasan yang Praktis dan Kuat
Tak hanya jenis makanan, kemasannya pun sebaiknya diperhatikan. Kemasan makanan darurat sebaiknya tidak mudah rusak saat disimpan di dalam tas. Pilih makanan dengan kemasan yang kuat, kedap udara, dan tidak mudah bocor.5. Sesuaikan dengan Kebutuhan Anggota Keluarga
Setiap anggota keluarga mungkin memiliki kebutuhan makanan yang berbeda, terutama jika ada bayi, anak-anak, atau lansia. Misalnya, keluarga dengan bayi dapat menyiapkan bubur bayi instan, sementara anggota keluarga lain mungkin membutuhkan makanan yang lebih padat energi.Selain jenisnya, upayakan agar jumlah makanan mencukupi untuk seluruh anggota keluarga. Jika memiliki anggota keluarga banyak, maka sebaiknya menyiapkan tas siaga bencana lebih dari satu.
Itulah beberapa makanan darurat yang dapat disiapkan untuk menghadapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu. Dengan memilih makanan yang tahan lama, praktis, dan bergizi, kebutuhan energi keluarga tetap terpenuhi meskipun berada dalam situasi darurat.
Jangan lupa untuk memeriksa persediaan makanan secara berkala dan menggantinya sebelum melewati tanggal kedaluwarsa agar tas siaga bencana selalu siap digunakan kapan saja diperlukan.
Temukan berbagai informasi bermanfaat lain seputar siaga bencana di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id































