tirto.id - Satreskrim Polres Situbondo bersama Tim Labfor Polda Jatim memastikan ledakan hebat di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, dipicu oleh serbuk petasan. Insiden maut yang terjadi pada Rabu (18/2/2026) tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia, enam orang luka berat, serta menghancurkan belasan rumah warga hingga rata dengan tanah.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, membeberkan ledakan terjadi pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB. Ledakan hebat dari serbuk petasan yang disimpan menghancurkan rumah milik Kulsum (60). Bahkan, rumah yang berlokasi di Dusun Mimbo itu ambruk rata dengan tanah.
"Tim Identifikasi Polres dibantu Tim Identifikasi dan Laboratorium Forensik Polda Jatim, pada hari ini olah TKP dan mengamankan 18 barang bukti dari lokasi ledakan petasan," kata Bayu di Situbondo, Kamis (19/2/2026) dikutip dari Antara.
Barang bukti yang disita polisi, sebut bayu, antara lain selongsong petasan, alat gulung selongsong, sumbu petasan, CCTV, pakaian, dan lainnya.

Menurut Bayu, dengan ditemukannya belasan barang bukti di lokasi ledakan yang menewaskan satu orang dan enam orang luka parah itu adalah bahan petasan.
"Ledakan tersebut dipicu oleh bahan petasan, bukan bahan peledak lainnya. Karena bahan peledak low explosive atau daya ledak rendah," kata dia.
Bayu bilang, polisi belum bisa menjelaskan kronologi ledakan dari bahan petasan itu. Keenam korban belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani penanganan medis di rumah sakit akibat luka bakar.
Lima orang korban selamat hingga saat ini masih dirawat intensif di RSUD Asembagus, dan satu orang atas nama Abdur Rahman (15) dirujuk ke RSUD dr. Soebandi Jember.
"Kami belum bisa meminta keterangan korban, karena mereka masih menjalani penanganan medis, dan rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen," kata Bayu.
Dilaporkan, 12 rumah terdampak ledakan petasan, satu di antaranya rusak total. Selebihnya mengalami kerusakan ringan dan berat.
"Kerusakan rumah terdampak ledakan ada 12 unit, satu rumah yang menjadi tempat peristiwa ledakan hancur," ujar dia.
Adapun tujuh orang mengalami luka bakar dan patah tulang, dan satu korban lainnya atas nama Supriyadi (50) meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan rumah.
Enam korban selamat yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25) dan Ibu Kulsum (60) telah dibawa ke RSUD Asembagus, sedangkan satu korban Abdurrahman (15) dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo dan dirujuk lagi ke RSUD dr. Soebandi Jember, karena mengalami luka bakar cukup parah hingga 90 persen.
Masuk tirto.id

































