Menuju konten utama

Muhadjir Dorong Pilar Ekonomi Muhammadiyah Lewat Kelola Sawit

PTMA kelola sawit memperkuat pilar Muhammadiyah di bidang ekonomi sekaligus dukung riset energi terbarukan yang sejalan dengan pemerintah.

Muhadjir Dorong Pilar Ekonomi Muhammadiyah Lewat Kelola Sawit
Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy (kiri), saat diwawancarai awak media di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta usai menghadiri acara Penandatangan Riset RISPRO Invitasi Berkemajuan pada Kamis (19/2/2026). tirto.id/Abdul Haris
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Muhadjir Effendy, menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk mengelola lahan sawit milik negara melalui Agrinas. Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat pilar ketiga Muhammadiyah di bidang ekonomi sekaligus mendukung riset energi terbarukan yang sejalan dengan program pemerintah.

"Lahan-lahan sawit yang diambil oleh negara oleh pemerintah itu kan terbuka untuk perguruan tinggi termasuk oleh Muhammadiyah," kata Muhadjir di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) usai menghadiri acara Penandatangan Riset RISPRO Invitasi Berkemajuan pada Kamis (19/2/2026).

Meski begitu, Muhadjir belum memastikan apakah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) akan ikut mengelola atau tidak.

Menurutnya pengelolaan sawit dapat membuka akses dalam membuat kegiatan riset dalam hal bidang energi terbarukan. "Itu saya kira bisa in line dengan gagasan besar LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)," ujarnya.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji itu juga menambahkan, selama ini Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat islam memang berfokus pada dua pilar yakni dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Namun, dalam muktamar tertuang pilar ketiga yakni ekonomi.

"Muhammadiyah ini kan sejak muktamar 2014, itu sudah mengamanatkan supaya dibangun pilar ketiga yaitu pilar ekonomi," lanjutnya.

Sehingga kata dia, kini pilar ekonomi Muhammadiyah akan masuk ke dalam sektor retail, pertambangan, corporate, hingga industri pangan, sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto. "Itu harus menjadi perhatian oleh Muhammadiyah kalau kita memang ingin memperkokoh pilar ketiga itu," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji menambahkan perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki 23 prodi pertanian dan perkebunan di berbagai kota.

"Tentu saja sangat senang bisa berpraktek disitu anak-anak nggak kalau praktik di situ mau kemana" pungkasnya.

Sebelumnya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi memulai kolaborasi strategis yakni Pendanaan Riset dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penerima Manfaat RISPRO Invitasi Berkemajuan.

Program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Invitasi Berkemajuan didukung dengan total pendanaan Rp20 miliar bersumber dari skema pooling fund dengan skema 10 miliar dari LPDP dan 10 miliar dari Muhammadiyah.

Sebanyak 26 Proposal dari 13 Universitas terpilih untuk direkomendasikan mendapat pendanaan. adapun fokus riset mencakup pada lima tema yakni; ketahanan pangan dan pertanian, transisi energi, material, dan manufaktur.

Selain itu, ada tema kesehatan, rekayasa dan teknologi digital, maupun sosial, ekonomi, dan humaniora.

Baca juga artikel terkait INDUSTRI SAWIT atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah