Ledakan di Istanbul Turkiye, 6 Tewas 81 Luka

Petugas keaamanan meminta warga untuk tidak mendekat ke Istiklal Avenue, tempat terjadinya ledakan. (AP Photo/Can Ozer)
sebuah keluarga bersama anaknya lari meninggalkan lokasi Istikal Avenue di Istanbul tempat terjadinya ledakan bom. (AP Photo/Can Ozer)
suasana dari sisi atas Istanbul Istiklal Avenue, tempat terjadinya ledakan, Minggu, 13 November 2022. (AP Photo/Emrah Gurel)
Petugas keamanan dan ambulan bersiaga di Istiklal Avenue, tempat terjadinya ledakan. (AP Photo/Francisco Seco)
Petugas forensik memeriksa tempat terjadinya ledakan di daerah Istiklal Avenue, Istanbul Turki Minggu, 13 November 2022.
Polisi berjaga di tempat terjadinya ledakan di daerah Istiklal Avenue, Istanbul Turki Minggu, 13 November 2022..(AP Photo/Emrah Gurel)
Petugas keamanan memblokade area tempat terjadi ledakan di daerah Istiklal Avenue, Istanbul Turki Minggu, 13 November 2022. (AP Photo/Francisco Seco)
Tentara bersiaga di tempat terjadinya ledakan di aerah Istiklal Avenue, Istanbul Turki Minggu, 13 November 2022. (AP Photo/Francisco Seco)
Ini adalah ledakan bom besar pertama di Istanbul, Turkiye dalam beberapa tahun terakhir. - ASSOCIATED PRESS
Senin, 14 November 2022 11:18 WIB
Enam orang meninggal dunia dan 81 orang luka-luka akibat insiden sebuah ledakan di İstiklal Avenue, Istanbul, Turkiye Minggu 12 November 2022.

Penyelidikan telah dilakukan atas serangan tersebut dan laporan awal menunjukkan dugaan yang mengarah pada tindakan terorisme, lima jaksa ditugaskan untuk menyelidiki ledakan itu.

Pengawas media Turkiye memberlakukan larangan sementara untuk melaporkan ledakan, sebuah aturan yang mencegah penyiar menampilkan video saat ledakan atau setelahnya.

Beberapa jam setelah ledakan di Istanbul, Wakil Presiden Fuat Oktay mengunjungi lokasi tersebut untuk memberikan keterangan jumlah korban tewas dan cedera. Beliau berjanji akan segera menyelesaikan kasus ini.

Ini adalah ledakan bom besar pertama di Istanbul dalam beberapa tahun terakhir. Turkiye pernah dilanda serangkaian pemboman mematikan antara 2015 dan 2017 oleh ISIS dan kelompok terlarang Kurdi. - ASSOCIATED PRESS

DarkLight