Menuju konten utama
Haji 2026

Laksma Harun Ungkap Strategi Operasional Armuzna di Puncak Haji

Harun mengatakan, secara garis besar, operasional Armuzna akan dibagi menjadi tiga satgas, yaitu Daker Bandara, Daker Makkah, dan Daker Madinah.

Laksma Harun Ungkap Strategi Operasional Armuzna di Puncak Haji
Kasat Ops Armuzna pada Haji 2025, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, usai mengisi materi Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Rabu Malam (21/1/2026). Kredit foto: Tim MCH 2026

tirto.id - Kasat Ops Armuzna pada Haji 2025, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, menjelaskan strategi operasional Arafah, Musdhalifah, dan Mina (Armuzna) di hadapan peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Rabu (21/1/2026) malam. Pemaparan ini diharapkan para petugas haji lebih siap menghadapi puncak haji 2026.

Harun mengatakan, secara garis besar, operasional Armuzna akan dibagi menjadi tiga satgas, yaitu Arafah akan menjadi tugas dari petugas haji yang tergabung dalam daerah kerja (Daker) Bandara; Musdhalifah akan ditangani petugas PPIH yang berasal dari Daker Makkah; dan Mina akan menjadi tanggung jawab petugas haji dari Daker Madinah.

Menurut Harun, Daker Bandara nantinya akan berangkat duluan ke Arafah untuk mengecek persiapan tenda dan perlengkapan lainnya. Sebab, jemaah haji akan didorong ke Arafah untuk wukuf pada tanggal 8 Dzulhijjah.

"Pergerakan petugas akan dimulai pada 7 Dzulhijjah," kata Harun saat menyampaikan materinya di hadapan sekitar 1.600-an petugas PPIH Arab Saudi 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026) malam.

Petugas haji Daker Makkah, kata Harun, akan berangkat ke Arafah paling terakhir pada 9 Dzulhijjah. Mereka akan melakukan sweeping dan memastikan semua jemaah haji di Makkah sudah berangkat ke Arafah. "Jangan sampai ada jemaah yang tertinggal, " kata dia memastikan.

Setelah di Arafah, kata dia, petugas Daker Makkah yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan mabit di Musdhalifah akan diberangkatkan duluan pada pukul 13.00. Sementara petugas dari Daker Madinah akan langsung ke Mina tanpa mabit di Musdhalifah.

Selain itu, kata Harun, pada musim Haji 2026 ini, Kementerian Haji dan Umrah berencana akan menerapkan skenario murur dan tanazul. Skema murur sudah diterapkan pada musim haji sebelumnya, khususnya bagi lansia dan jemaah haji risiko tinggi (risti).

Menurut Harun, pada musim Haji 2026 ini telah disusun rencana agar pelayanan kepada jemaah, terutama di Mina dapat berjalan maksimal.

Salah satunya dengan menempatkan petugas sejak awal langsung ke Mina, baik dari unsur Linjam maupun petugas yang telah menunaikan ibadah haji.

"Petugas akan langsung diberangkatkan dari pemondokan atau hotel di Makkah menuju Mina, bersamaan dengan pergerakan jemaah yang bergerak menuju Arafah,” kata Harun.

Langkah ini dinilai akan lebih efektif dalam menyambut dan memantau pergerakan jrmaah, khususnya saat arus jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya ke Mina.

Dengan penempatan personel lebih awal, pos-pos pelayanan yang menjadi tanggung jawab PPIH diharapkan dapat berfungsi optimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, serta memberikan bantuan yang dibutuhkan jamaah, terutama pada malam pertama mabit di Mina.

Harun juga mengingatkan bahwa malam 10 Zulhijjah merupakan fase krusial karena seluruh jrmaah akan bergerak menuju Mina secara bersamaan untuk lontar jumrah aqobah. Hal ini berpotensi akan terjadi kepadatan, kelelahan, hingga kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher