Menuju konten utama

Laba Pegadaian Naik 84,4% di Semester I 2026, Ini Penyumbangnya

Pegadaian membukukan laba bersih Rp6,59 triliun pada semester I 2026, naik 84,4% yoy, menjadi pertumbuhan laba tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Laba Pegadaian Naik 84,4% di Semester I 2026, Ini Penyumbangnya
Gedung kantor PT Pegadaian (Persero). FOTO/dok.Pegadaian
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Pegadaian (Persero) mencatat laba bersih Rp6,59 triliun hingga 30 Juni 2026 atau semester I 2026. Laba bersih tersebut meningkat 84,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,58 triliun. Kenaikan itu menjadi pertumbuhan laba bersih tertinggi Pegadaian dalam lima tahun terakhir.

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan, total aset perseroan mencapai Rp186,33 triliun atau naik 53,9 persen dibandingkan posisi semester I 2025 sebesar Rp121,1 triliun.

"Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian outstanding loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp155,1 triliun, naik 52,7 persen dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp101,5 triliun," tuturnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/7/2026).

Damar menyatakan, pertumbuhan laba bersih dan aset tersebut diraih di tengah tantangan ekonomi maupun dinamika geopolitik global.

"Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia,” ujarnya.

Damar mengatakan Pegadaian berkomitmen untuk terus bertransformasi dengan menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat.

Menurutnya, Pegadaian memiliki portofolio layanan Bank Emas (Bullion Services) yang mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Perseroan juga telah menyiapkan infrastruktur yang memadai untuk mengoperasikan layanan tersebut, termasuk jaringan ruang penyimpanan emas (vault) berstandar keamanan internasional.

“Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati masyarakat. Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional," ucapnya.

Sebagai informasi, laba bersih Pegadaian sempat turun 15 persen pada semester I 2021 menjadi sekitar Rp1,3 triliun dari sekitar Rp1,5 triliun pada periode sama 2020. Setelah itu, laba tumbuh 36,15 persen menjadi Rp1,77 triliun pada semestar pertama 2022, meningkat 18,7 persen menjadi Rp2,11 triliun pada periode sama 2023, naik 37,9 persen menjadi Rp2,9 triliun di pertengahan tahun selanjutnya, dan bertambah 23,4 persen menjadi Rp3,58 triliun pada semester I 2025.

Adapun sepanjang 2025, Pegadaian membukukan laba bersih Rp8,34 triliun atau tumbuh 42,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset perseroan di tahun lalu tercatat mencapai Rp151,7 triliun, sementara outstanding loan (OSL) gross meningkat menjadi Rp126 triliun.

Di sisi lain, kinerja bisnis Bank Emas Pegadaian juga terus bertumbuh. Sepanjang 2025, total transaksi dan kelolaan emas perseroan mencapai 33,7 ton.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana