Menuju konten utama

Kumpulan Contoh Kata Sambutan Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025

Berikut ini kumpulan contoh kata sambutan Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 terbaru. Catat sambutannya untuk acara peringatan.

Kumpulan Contoh Kata Sambutan Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025
sejumlah peserta mengibarkan bendera merah putih saat karnaval budaya di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (28/10/2022). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kumpulan contoh kata sambutan berikut ini dapat digunakan ketika memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025 yang jatuh pada Selasa (28/10/2025).

Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, nilai persatuan para pemuda Indonesia adalah tema yang sangat sering disampaikan sebagai sambutan acara atau pidato.

Akan tetapi, jika menilik sejarah Hari Sumpah Pemuda, yakni sebagai momen peringatan Kongres Pemuda II pada 1928, peristiwa itu juga bisa dilihat sebagai momen para pemuda menentukan siapa diri mereka.

Kala itu, melalui Kongres Pemuda II mengikrarkan tiga pernyataan penting tentang siapa mereka. Tiga ikrar itu yang kemudian dikenal sebagai sumpah pemuda.

Ketiga ikrar itu adalah sebagai berikut:

    • Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang sat, tanah air Indonesia.

    • Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

    • Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Oleh karenanya, jika harus berpidato atau memberikan sambutan untuk peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025, menjadikan hari peringatan itu sebagai momen menentukan ulang peran penting pemuda Indonesia.

Contoh Kata Sambutan Peringatan Sumpah Pemuda 2025 Terbaru

Berikut ini merupakan 5 contoh teks kata sambutan untuk peringatan Sumpah Pemuda 2025. Ada banyak tema yang bisa dijadikan inti pesan selain sejarah.

Teks-teks berikut ini dapat Anda ubah sesuai kreativitas dan keinginan Anda agar jadi lebih kontekstual dan personal.

1. Teks Sambutan Sumpah Pemuda tentang Sikap Pemuda Hari Ini

Assalamualaikum Wr. Wb., Salam Sejahtera,

Pemuda-Pemudi Indonesia,

Ketika diikrarkan dalam Kongres Pemuda II pada 1928, Sumpah Pemuda merupakan penentuan sikap para pemuda-pemudi Indonesia kala itu. Di tengah pilihan untuk menjadi "pribumi" yang patuh pada Belanda, mereka memilih sikap berani: menjadi "Indonesia" yang merdeka.

Hari ini, 28 Oktober 2025, kita kembali dihadapkan pada berbagai macam situasi yang mengharuskan kita kembali menentukan sikap.

Ada banyak tantangan di depan mata, mulai dari krisis iklim, pendidikan dan perumahan yang semakin mahal, hingga ketidakpastian di bidang pekerjaan.

Jika musuh pemuda tahun 1928 adalah kolonialisme fisik. Musuh kita hari ini jauh lebih abstrak: Apatisme. Pesimisme. Dan rasa nyaman di gelembung kita sendiri.

Sumpah Pemuda bukanlah kenangan masa lalu. Ia adalah panggilan untuk menentukan sikap setiap tahun, setiap hari.

Maka, di hari ini, mari kita tentukan sikap kita. Kita memilih untuk peduli. Kita memilih untuk bertindak. Kita memilih untuk optimis. Kita bersumpah untuk tidak diam saat melihat ketidakadilan.

Itulah Sumpah Pemuda kita di tahun 2025.

Terima kasih. Jayalah Pemuda, Jayalah Indonesia! Wassalamualaikum Wr. Wb.

2. Teks Sambutan Sumpah Pemuda tentang Fungsi Pemuda Kiwari

Assalamualaikum Wr. Wb., Salam Sejahtera,

Saudara-saudari sekalian,

Pernahkah kita bertanya, apa sebetulnya fungsi pemuda?

Jika kita berkaca pada tahun 1928, fungsi pemuda sangat jelas: Mereka adalah obor di tengah kegelapan. Mereka adalah lem perekat yang menyatukan serpihan-serpihan kedaerahan. Fungsi mereka adalah menjadi motor penggerak imajinasi kebangsaan.

Hari ini, fungsinya tidak berubah. Pemuda selalu berfungsi sebagai motor perubahan.

Yang berubah adalah arenanya.

Jika dulu arenanya adalah pergerakan fisik dan diplomasi politik, arena kita hari ini adalah digital, lingkungan, dan ekonomi.

Fungsi pemuda hari ini adalah menjadi penjaga akal sehat di tengah banjir disinformasi. Fungsi pemuda hari ini adalah menjadi pelopor ekonomi hijau, memastikan Tanah Air kita tidak hancur oleh eksploitasi. Fungsi pemuda hari ini adalah menjadi inovator yang menjawab tantangan ketenagakerjaan dengan skill dan karya baru.

Pemuda 1928 telah menunaikan fungsi mereka dengan gemilang. Kini, giliran kita. Jangan hanya jadi penikmat sejarah. Jadilah pelaku sejarah di era ini.

Terima kasih. Jayalah Pemuda, Jayalah Indonesia! Wassalamualaikum Wr. Wb.

3. Teks Sambutan Sumpah Pemuda 2025 tentang Peran Pemuda di Era Globalisasi

Assalamualaikum Wr. Wb., Salam Sejahtera,

Pemuda-Pemudi Hebat Indonesia,

Pada tahun 1928, para pemuda bersatu untuk satu tujuan: agar diakui sebagai satu bangsa yang berdaulat, lepas dari kolonialisme. Persatuan mereka adalah untuk ke dalam.

Hari ini, di 2025, kita sudah berdaulat. Tantangan kita bergeser. Kita tidak hanya bersaing dengan sesama kita di dalam negeri. Kita bersaing—dan berkolaborasi—dengan seluruh pemuda di panggung dunia.

Era globalisasi telah tiba.

Pemuda 1928 memberi kita identitas dan kepercayaan diri sebagai "Indonesia". Sekarang, tugas kita adalah membawa identitas itu ke panggung global.

Dulu, Sumpah Pemuda adalah untuk membuktikan kita bukan bagian dari kolonialisme. Sekarang, Sumpah Pemuda adalah untuk membuktikan bahwa kita adalah bagian dari solusi global.

Buktikan bahwa peneliti kita bisa menemukan solusi krisis iklim. Buktikan bahwa seniman kita bisa mewarnai budaya dunia.

Persatuan kita hari ini bukan lagi hanya untuk mengusir penjajah. Persatuan kita hari ini adalah untuk memenangkan panggung dunia dengan karya, inovasi, dan karakter Indonesia.

Terima kasih. Jayalah Pemuda, Jayalah Indonesia! Wassalamualaikum Wr. Wb.

4. Teks Sambutan Sumpah Pemuda 2025 tentang Esensi Peringatan

Assalamualaikum Wr. Wb., Salam Sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Saudara-saudari, Pemuda-Pemudi Hebat Indonesia,

Hari ini, kita tidak sedang bernostalgia. Kita di sini untuk mengisi bahan bakar semangat dari sebuah sumur yang digali hampir seabad lalu.

Pada tahun 1928, sekelompok anak muda—sama seperti kita—melakukan sesuatu yang radikal. Di bawah todongan senjata kolonialisme, mereka tidak memilih menyerah. Mereka memilih bersikap. Mereka bersumpah: Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa.

Sumpah itu bukan sekadar kata-kata. Itu adalah deklarasi identitas. Itu adalah penegasan bahwa mereka bukan bagian dari kolonialisme; mereka adalah Indonesia.

Hari ini, di 2025, penjajah fisik itu telah tiada. Tapi tantangan kita tak kalah berat.

Memaknai "Satu Tanah Air" hari ini adalah bersama-sama melawan krisis iklim yang mengancam tanah kita. Memaknai "Satu Bangsa" hari ini adalah meruntuhkan tembok polarisasi di media sosial yang memecah belah kita. Memaknai "Satu Bahasa" hari ini adalah menggunakan bahasa persatuan untuk menyebar gagasan dan inovasi, bukan hoaks dan caci maki.

Sumpah Pemuda 1928 adalah tentang persatuan untuk merdeka. Sumpah Pemuda 2025 adalah tentang persatuan untuk maju. Esensinya tidak berubah: Pemuda bergerak, Indonesia berdaulat.

Terima kasih. Jayalah Pemuda, Jayalah Indonesia! Wassalamualaikum Wr. Wb.

5. Teks Sambutan Sumpah Pemuda 2025 tentang Situasi Disrupsi Informasi

Assalamualaikum Wr. Wb., Salam Sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Saudara-saudari, Pemuda-Pemudi Penjaga Indonesia,

Pada tahun 1928, para pemuda berkumpul di Batavia. Mereka berdebat, bertukar gagasan, lalu bersepakat. Mereka bersumpah untuk satu visi: Indonesia. Musuh mereka jelas: kolonialisme fisik dan politik adu domba devide et impera.

Hari ini, di 2025, kita kembali menghadapi politik adu domba.

Musuhnya tidak terlihat. Ia tidak memakai seragam tentara. Musuh itu bernama disrupsi informasi. Hoaks, fake news, dan ujaran kebencian yang menyerang kita setiap detik lewat layar gawai kita.

Jika Sumpah Pemuda 1928 adalah tentang menyatukan "Jong Java", "Jong Ambon", dan "Jong Sumatra", tantangan kita hari ini adalah menyatukan "kubu" di media sosial.

Disrupsi informasi adalah penjajah gaya baru. Ia tidak menjajah tanah kita, ia menjajah pikiran kita. Ia ingin kita saling membenci. Ia ingin kita terpolarisasi. Ia ingin kita lupa bahwa kita adalah "Satu Bangsa".

Lalu, apa arti pemuda hari ini?

Di tengah badai disrupsi ini, pemuda harus menjadi mercusuar. Kita harus menjadi penjaga akal sehat bangsa.

Kita adalah generasi digital natives. Jari kita paling lincah. Tapi kelincahan itu harus dibarengi dengan kedewasaan. Kita tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi, kita harus menjadi kurator kebenaran.

Sumpah kita hari ini adalah sumpah untuk literasi. Bersumpah untuk berpikir kritis sebelum berbagi. Bersumpah untuk memverifikasi sebelum mempercayai. Bersumpah untuk menggunakan bahasa Indonesia bukan untuk mencaci maki, tapi untuk mencerahkan diskusi.

Pemuda 1928 telah menyatukan visi bangsa. Tugas kita di 2025 adalah menjaga kewarasan nalar bangsa. Karena persatuan yang sejati hanya bisa tegak di atas pondasi kebenaran.

Terima kasih. Jayalah Pemuda, Jayalah Nalar Sehat Indonesia! Wassalamualaikum Wr. Wb.

Baca juga artikel terkait HARI SUMPAH PEMUDA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan