Menuju konten utama

Kronologi WN Rusia Disiksa, Diculik, dan Kripto Digasak di Bali

Korban dipukul dan disiksa dengan aliran listrik. Pelaku juga memaksa korban menyerahkan ponsel dan membuka password.

Kronologi WN Rusia Disiksa, Diculik, dan Kripto Digasak di Bali
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, ketika diwawancarai wartawan. Tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang warga negara (WN) Rusia bernama Sergei Domogatskii atau yang dikenal sebagai Mr Terima Kasih mengaku mengalami penculikan, penganiayaan, dan kerugian finansial di Bali. Sergei telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali pada Minggu (19/10/2025) dengan nomor perkara LP/B/732/X/2025/SPKT/Polda Bali.

"Sementara dalam penanganan penyidik Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Bali," ungkap Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy ketika dihubungi Tirto, Rabu (22/10/2025).

Berdasarkan laporan yang dibuat oleh Sergei ke Polda Bali, kasus bermula pada Sabtu (18/10/2025) pukul 22.30 WITA. Saat itu, Sergei sedang mengendarai sepeda motor di sekitar Pelabuhan Sanur.

Sergei mendadak diadang oleh sebuah mobil Alphard. Dua orang yang mengenakan topeng hitam lantas keluar dari mobil tersebut dan memaksa Sergei masuk ke dalam mobil.

"Mereka menuju daerah Bukit, Jimbaran. Setelah sampai ke sebuah rumah, pelapor dipukul dan pelaku menyiksa pelapor dengan aliran listrik. Pelaku memaksa pelapor menyerahkan ponsel dan membuka password ponsel pelapor," terang Ariasandy.

Setelah itu, Ariasandy mengungkap, pelaku mengambil uang kripto milik Sergei sebesar 4.617 dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp76 juta. Berselang dua jam kemudian, tiga orang WN Rusia yang tidak diketahui identitasnya memeras Sergei dengan meminta uang sebesar 1 juta dolar Amerika Serikat.

"Mengancam jika tidak ingin dimasukkan ke penjara sambil menaruh suatu barang yang menyerupai bentuk pistol dan sebuah bungkusan yang dikatakan merupakan narkotika di genggaman tangan pelapor. Namun, pelapor mengatakan tidak mempunyai uang," jelasnya.

Pelaku lantas memasukkan Sergei kembali ke dalam mobil dan meninggalkannya di sebuah lapangan yang terletak dekat Hotel Apurva Kempinski. Akibat kejadian tersebut, Sergei mengalami luka pada lengan bagian kanan dan kerugian materi berupa uang kripto yang telah digasak oleh pelaku.

"Penyidik sedang bekerja mengecek CCTV dan lokasi kejadian perkara yang dilaporkan, termasuk lokasi-lokasi di mana korban melakukan aktivitas sebelum kejadian. Penyidik juga sementara memeriksa beberapa saksi-saksi di sekitar TKP untuk membuat terang peristiwa pidana yang dilaporkan," tutup Ariasandy.

Sebelumnya, Sergei telah mengunggah perihal kasus ini di Instagram miliknya pada Senin (20/10/2025). Dia mengaku diseret ke dalam mobil oleh orang asing yang berpakaian seragam polisi model lama. Setelah berada di dalam mobil, kepala Sergei ditutup menggunakan karung dan tubuhnya diikat.

"Mereka memukuli saya, mencekik, dan menyiksa dengan listrik. Mereka mengatakan bahwa mereka akan membunuh. Saya berkali-kali mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak punya uang. Semua uang saya diinvestasikan dalam proyek konstruksi saya," tulis Sergei.

Dalam unggahannya pula, Sergei mengaku diancam untuk mencari uang sebesar 1 juta dolar Amerika Serikat dalam waktu satu bulan atau Sergei akan dipenjarakan. Dia mengatakan bahwa pelaku mengancamnya untuk tidak memberi tahu siapa pun mengenai kejadian penculikan itu.

"Ini dilakukan oleh geng yang sudah lama terlibat dalam kegiatan serupa di Bali. Lebih dari 20 orang telah menjadi korban dari mereka. Saya merampas bisnis kriminal mereka. Saya mengetahui bahwa mereka tahu tentang hal ini dan mencoba memenjarakan saya," ungkapnya.

Baca juga artikel terkait KASUS PENCULIKAN atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah