Menuju konten utama

Kronologi Pria Australia Bunuh Remaja Thailand, Jasad Dibuang

Pria Australia melakukan pembunuhan terhadap remaja perempuan di Thailand. Korban dibuang dengan dimasukkan ke koper dan keadaan telanjang.

Kronologi Pria Australia Bunuh Remaja Thailand, Jasad Dibuang
Ilustrasi Pembunuhan. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kasus kematian seorang remaja perempuan berusia 17 tahun di kawasan wisata Pattaya, Thailand viral setelah kepolisian setempat menemukan jasad korban dalam kondisi tidak bernyawa di dalam koper pada Sabtu (27/6/2026) dini hari. Pelaku pembunuhan diduga adalah seorang pria Australia yang terekam di CCTV bersamanya sebelum ditemukan tewas.

Dalam perkembangan penyidikan, pihak kepolisian berhasil mengamankan pria tersebut di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Saat itu pelaku diduga hendak meninggalkan Thailand.

Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani proses hukum atas dugaan keterlibatannya dalam kematian korban.

Kronologi Pria Australia Bunuh Remaja di Thailand, Jasad Dimasukkan Koper

Peristiwa tragis ini bermula pada Rabu, 24 Juni 2026 malam di kawasan wisata pantai Pattaya, Thailand, ketika seorang remaja perempuan berusia 17 tahun diketahui sedang berada di area pantai yang ramai dikunjungi wisatawan.

Berdasarkan keterangan teman korban, pada malam tersebut ia sempat berkenalan dan berbincang dengan seorang pria asing. Setelah pertemuan tersebut, keduanya kemudian terlihat melanjutkan interaksi hingga larut malam di sekitar kawasan tersebut.

Pada Kamis dini hari, keduanya dilaporkan pergi bersama ke sebuah apartemen milik pria tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian, di lokasi itulah terjadi sebuah insiden yang berujung pada kematian korban akibat tindakan kekerasan.

Setelah kejadian tersebut, korban dilaporkan telah meninggal dunia di dalam unit apartemen tersebut. Pihak kepolisian kemudian menyebut bahwa jenazah korban sempat disimpan di dalam sebuah koper sebelum dipindahkan dari lokasi kejadian.

Dua hari kemudian, pada Sabtu dini hari, aparat kepolisian Thailand menemukan jenazah korban yang telah dimasukkan ke dalam koper dan dibuang di area rerumputan setinggi pinggang di dekat jalur rel kereta api, tidak jauh dari kawasan pantai.

Penemuan tersebut dilakukan setelah adanya laporan orang hilang yang disampaikan oleh pihak teman korban kepada kepolisian setempat pada Jumat sore, sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Dalam laporan awal, korban diketahui terakhir terlihat bersama seorang pria asing sebelum kemudian tidak dapat dihubungi.

Setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Dari hasil rekaman, terlihat korban bersama seorang pria berjalan bergandengan tangan dan memasuki sebuah lift di sebuah gedung apartemen pada sekitar pukul 03.35 Kamis dini hari.

"Mereka memulai percakapan, memutuskan untuk terus menghabiskan waktu bersama, dan kemudian kembali ke kondominiumnya," kata Kepala Kepolisian Kota Pattaya, Kolonel Anek Srathongyoo dikutip Reuters (29/6/2026).

Petunjuk tersebut kemudian mengarahkan penyidik ke sebuah unit apartemen yang diduga menjadi lokasi kejadian. Di lokasi tersebut, polisi menemukan beberapa barang milik terduga pelaku, termasuk paspor, meskipun saat itu keberadaan pelaku belum diketahui.

Pada waktu yang hampir bersamaan dengan ditemukannya jenazah korban, pihak imigrasi Thailand di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, mengamankan seorang pria berkewarganegaraan Australia berusia paruh baya saat hendak meninggalkan negara tersebut.

Pria tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Simon Peter Carman dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia diduga berupaya meninggalkan Thailand sebelum proses hukum berjalan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan kepolisian, tersangka telah mengakui sebagian perbuatannya, termasuk adanya pertengkaran dengan korban sebelum terjadinya insiden yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun, ia menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menghilangkan nyawa korban.

"Dia mengatakan tidak bermaksud membunuhnya, tetapi mengakui mencekiknya, menyebabkan kematiannya," kata Anek.

"Dia menyatakan bahwa mereka bertengkar dan, selama pertengkaran itu, dia mencekik wanita tersebut." tambahnya.

Setelah mencekik korban, dalam rekaman CCTV, Simon terlihat menyeret koper yang diduga di dalamnya terdapat tubuh korban tanpa busana. Simon lalu memindahkan jasad tersebut ke lokasi terakhir hingga polisi menemukannya.

Saat ini, Simon Peter Carman telah ditahan dan menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk pembunuhan berencana, penyembunyian jenazah, pemindahan atau perusakan jenazah, serta dugaan keterlibatan dalam tindakan terhadap anak di bawah umur untuk tujuan yang tidak semestinya.

Menurut Kolonel Anek Srathongyoo, ancaman pidana yang mungkin dijatuhkan Simon Peter Carman mulai dari hukuman penjara antara 15 hingga 20 tahun, penjara seumur hidup hingga kemungkinan hukuman mati.

Proses penyidikan masih terus berlangsung, termasuk menunggu hasil autopsi serta pengumpulan bukti tambahan yang akan diserahkan kepada jaksa penuntut untuk menentukan dakwaan lebih lanjut. Pihak berwenang Australia menyatakan telah memberikan pendampingan konsuler kepada warganya yang ditahan di Thailand.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar