tirto.id - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatatkan kinerja keuangan yang berbalik arah menjadi positif. Hingga kuartal III-2025, perseroan membukukan laba bersih periode berjalan sebesar 24,04 juta dolar AS atau setara dengan Rp401,28 miliar.
Pencapaian ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan justru mencatatkan kerugian bersih sebesar 186,7 juta dolar AS atau setara Rp3,1 triliun.
Corporate Secretary KRAS, Fedaus, mengatakan perbaikan profitabilitas ini seiring dengan keberhasilan perusahaan dalam menyelesaikan pembayaran sebagian utang restrukturisasi lebih cepat dari jadwal, setelah memperoleh persetujuan dan sejumlah keringanan dari kreditur.
Menurutnya, langkah strategis yang didukung para pemangku kepentingan ini menjadi tonggak penting yang memperkuat posisi keuangan perseroan.
"Keberhasilan tersebut turut tercermin dalam kinerja keuangan hingga kuartal III-2025," katanya dalam siaran persnya, Selasa (28/10/2025).
Dari sisi operasional, perbaikan kinerja didorong oleh efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas. Pendapatan hingga sembilan bulan pertama 2025 tercatat sebesar 706,08 juta dolar AS atau Rp11,79 triliun dengan laba bruto 53,12 juta dolar AS atau Rp886,6 miliar.
Di sisi lain, upaya efisiensi membuahkan hasil dengan penurunan biaya usaha sebesar 12 persen menjadi 74,72 juta dolar AS atau Rp1,25 triliun.
Meski masih menanggung beban keuangan dan rugi dari entitas asosiasi, dampak positif dari restrukturisasi utang dan efisiensi operasional berhasil menopang profitabilitas perusahaan.
Adapun, total aset perseroan per 30 September 2025 tercatat 2,82 miliar dolar AS atau setara Rp 47,08 triliun, turun 2,56 persen dari akhir 2024.
Ke depan, KRAS berkomitmen mempertahankan momentum positif dengan mengoperasikan fasilitas Hot Strip Mill (HSM), sekaligus memperkuat kinerja di segmen baja maupun non-baja.
“Memasuki 2025, Krakatau Steel juga mulai mengoperasikan fasilitas Hot Strip Mill (HSM) sebagai bagian dari strategi pemulihan bisnis jangka panjang,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































