Menuju konten utama

KPK Sempat Lihat Mobil Hasto saat Berburu Harun Masiku di PTIK

Penyidik KPK, Rossa Purbo Bekti, menyebut bahwa tim surveilans KPK sempat melihat mobil milik Hasto Kristiyanto, keluar dari PTIK.

KPK Sempat Lihat Mobil Hasto saat Berburu Harun Masiku di PTIK
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang merupakan terdakwa dalam kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR RI 2019 dan perintangan penyidikan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025). tirto.id/ Auliya Umayna

tirto.id - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rossa Purbo Bekti, menyebut bahwa tim surveilans KPK sempat melihat mobil milik Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, keluar dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada hari yang sama ketika KPK mengejar Harun Masiku 2020 lalu.

Hal tersebut disampaikan Rossa saat menjadi saksi dalam sidang dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR RI 2019 dan perintangan penyidikan, dengan terdakwa Hasto.

Rossa mengatakan bahwa tim survei KPK telah mengidentifikasi mobil bermerek Alphard yang terkonfirmasi digunakan oleh Hasto. Tim survei tersebut, kata Rossa, menandai mobil tersebut saat keluar dari DPP PDIP.

"Patokan yang kami gunakan adalah mobil Alphard warna hitam karena pada saat siang atau pagi hari sempat ter-capture oleh tim surveilans yang digunakan oleh Pak Hasto yang juga melekat Pak Kusnadi (Staf Hasto)" kata Rossa, dalam ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).

Kuasa Hukum Hasto, Maqdir Ismail, lantas meminta Rossa melihat ke arah proyektor yang menampilkan mobil tersebut. Kemudian, Rossa membenarkan bahwa mobil tersebut yang dimaksud.

"Iya," ujar Rossa.

Rossa menjelaskan bahwa tim survei KPK terus mengikuti pergerakan mobil tersebut dan ditemukan keluar dari PTIK pada 8 Januari 2025, tepatnya pada sore hari. Namun, Rossa mengaku, tidak melihat secara langsung mobil tersebut.

"Saya sendiri tidak melihat itu," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KASUS HARUN MASIKU atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama