tirto.id - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, menekankan pentingnya pemulihan korban ledakan di SMA 72 Jakarta yang lebih dari sekadar fisik, melainkan juga psikis dan penanganan trauma.
Menurut Margaret, penanganan trauma juga semestinya tidak cuman diberikan kepada korban, akan tetapi keseluruhan siswa di sekolah tersebut.
"Tidak hanya bagi anak-anak yang mengalami luka, tetapi juga anak-anak yang ada di sekolah SMA 72, tentu butuh untuk pendampingan, untuk mengatasi trauma healing-nya," ujarn saat dijumpai di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Sabtu (8/11/2025).
Margaret menegaskan perlunya perhatian terhadap keberadaan kasus yang terjadi di satuan pendidikan, lantaran lingkungan pendidikan semestinya bisa menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menjadi pelindungan untuk anak-anak.
"Tentu ini membutuhkan adanya upaya sistem keamanan, sistem pelindungan, dan juga mungkin deteksi termasuk pengawasan terkait dengan barang-barang yang dibawa anak-anak ke sekolah. Ini tentu menjadi atensi bersama," katanya.
Sebelumnya, polisi membenarkan adanya ledakan di SMA 72 Jakarta di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ledakan itu terjadi pukul 12.09 WIB saat salat Jumat tengah berlangsung.
"Iya benar ada ledakan. Kapolda lagi sama saya (ke TKP)," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/11/2025).
Dari total 96 orang yang menjadi korban pasca-ledakan, kini masih ada 29 korban yang menjalani perawatan. Keseluruhannya tersebar di RSIJ Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Pertamina Jaya. Sementara lainnya sudah diperbolehkan pulang dan beberapa menjalani rawat jalan.
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































