tirto.id -
"Alhamdulilah sudah membaik tadi pagi saya dan beberapa kawan besuk ke RSPAD. Semoga satu atau dua hari ini bisa pulang istirahat di rumah," kata Ferry, sapaannya, ketika dihubungi Tirto.
Terpisah, Wasekjen Demokrat lainnya, Syahrial Nasution, menyampaikan tidak ada hal yang terlalu serius dari kondisi kesehatan SBY. Namun menurut Syahrial, kesehatan SBY tetap perlu diperhatikan karena usianya yang sudah menginjak 76 tahun.
"Dengan aktivitas sesibuk itu ditambah usia menginjak 76 tahun, tentu Pak SBY mudah dehidrasi," kata Syahrial.
Syahrial menuturkan, sejak pekan lalu, SBY memang disibukkan dengan agenda yang padat. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu bahkan melawat ke Malaysia untuk menghadiri undangan langsung dari PM Anwar Ibrahim.
Selain menjumpai PM Malaysia, SBY juga berjumpa dengan Wakil PM Zahid bin Hamidi dan National Resilence College (NRC).
"Tanggal 9-12 Juli 2025 aktivitas Bapak SBY cukup padat di Kuala Lumpur, Malaysia. Saya termasuk ikut mendampingi Presiden RI ke-6 menghadiri undangan PM Malaysia Datuk Sri Anwar Ibrahim," ujar Syahrial.
Selain itu, SBY juga menerima beberapa tamu yg bersifat pribadi dan internal. Kala itu, menurut Syahrial, SBY tampil bugar dan cemerlang selama berdiskusi dan menyampaikan gagasan-gagasan di setiap forum.
Namun, padatnya agenda terus berlangsung saat SBY kembali ke Indonesia pada Sabtu 12 Juli 2025. Kemudian, Minggu (13/7/2025) SBY masih melanjutkan agenda di Jakarta. Akibatnya, SBY kurang istirahat untuk memulihkan stamina.
Selasa (15/7/2025) malam, Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, mengantar Presiden ke-6 R Itu ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan perhatian dokter. Namun kondisi SBY dikabarkan semakin membaik. Syahrial turut bercerita bahwa SBY masih terus melukis meski tengah mendapatkan perawatan.
"Hingga di kamar perawatan pun, staf Presiden RI ke-6 harus men-setting peralatan melukis. Aktivitas rutin yang menenteramkan dan mengagumkan untuk seorang negarawan," terang Syahrial.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Intan Umbari Prihatin
Masuk tirto.id
































