Pendidikan Kewarganegaraan

Klasifikasi Demokrasi Berdasarkan Titik Berat, Ideologi, & Rakyat

Oleh: Erika Erilia - 11 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Klasifikasi sistem pemerintahan demokrasi dapat ditinjau dari titik berat perhatian, ideologi, serta proses penyaluran kehendak rakyat.
tirto.id - Demokrasi merupakan sistem politik yang dianut oleh beberapa negara di dunia, salah satunya adalah Indonesia. Klasifikasi sistem pemerintahan demokrasi dapat ditinjau dari titik berat perhatian, ideologi, serta proses penyaluran kehendak rakyat.

Secara sederhana, demokrasi dapat dimaknai sebagai pemerintahan yang berkedaulatan rakyat. Rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi, sehingga pemeritahan dijalankan oleh rakyat atau melalui wakil-wakil yang mereka pilih.

Dikutip dari buku Membedah Demokrasi: Sejarah, Konsep, dan Implementasinya di Indonesia (1960) karya Sunarso, pakar politik dari Amerika Serikat, Robert A. Dahl, mengungkapkan bahwa demokrasi harus memenuhi 5 kriteria, yaitu:

  1. Adanya persamaan hak pilih dalam penentuan keputusan kolektif yang mengikat.
  2. Partisipasi efektif dari rakyat. Artinya, setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama dalam proses pembuatan keputusan.
  3. Setiap warga memiliki peluang yang sama dalam memberikan penilaian logis terhadap jalannya proses pemerintahan dan politik.
  4. Adanya kekuasaan eksklusif bagi rakyat dalam menentukan agenda yang harus dan tidak harus diputuskan. Hal ini dilakukan melalui proses pemerintahan atau mendelegasikan kekuasaan itu pada lembaga yang mewakili rakyat.
  5. Terlibatnya masyarakat mencakup semura orang dewasa dalam hal yang berkaitan dengan hukum.

Klasifikasi Demokrasi

Pelaksanaan demokrasi di beberapa tempat bisa berbeda-beda akibat perbedaansudut pandang. Dikutip dari buku Pendidikan Pancasiladan Kewarganegaraan untuk kelas XI, berikut adalah klasifikasi demokrasi dan macam-macam bentuknya:

1. Berdasarkan Titik Berat Perhatiannya

Demokrasi Formal

Demokrasi formal umumnya dianut oleh negara-negara liberal. Sistem demokrasi ini menjunjung tinggi persamaan di bidang politik dan tidak ada upaya mengurangi maupun menghilangkan kesenjangan di bidang ekonomi.

Demokrasi Material

Demokrasi material dianut oleh negara-negara sosialis. Demokrasi ini berfokus menghilangkan perbedaan di bidang ekonomi dan tidak memperhatikan (kadang sampai menghilangkan) persamaan di bidang politik.

Demokrasi Gabungan

Demokrasi gabungan biasanya dianut oleh negara-negara non-blok. Demokrasi ini mengambil kebaikan dari bentuk demokrasi formal dan material. Hal-hal negatif dari demokrasi formal dan material akan dibuang atau tidak diterapkan.



2. Berdasarkan Ideologi


Demokrasi Konstitusional/Liberal

Demokrasi ini didasarkan pada kebebasan/individualisme dan kekuasaan pemerintahnya dibatasi oleh konstitusi. Pemerintah tidak diperkenankan ikut campur dan bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat.

Demokrasi Rakyat/Proletar

Demokrasi ini terbentuk atas dasar paham marxisme-komunisme yang bercita-cita mewujudkan kehidupan tanpa mengenal kelas sosial. Setiap individu dibebaskan dari keterikatannya pada kepemilikan pribadi tanpa ada paksaan dan penindasan.

Akan tetapi, paksaan dan cara kekerasan akan tetap dilakukan bila memang diperlukan demi terwujudnya cita-cita demokrasi rakyat.



3. Berdasarkan Proses Penyaluran Kehendak Rakyat

Demokrasi Langsung

Demokrasi ini melibatkan rakyat dalam pemerintahannya. Setiap warga negara diikutsertakan secara langsung dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijaksaan umum negara atau undang-undang.

Demokrasi Tidak Langsung

Bentuk demokrasi ini dijalankan dengan sistem perwakilan melalui pemilihan umum. Demokrasi tidak langsung diterapkan pada negara yang wilayah dan jumlah penduduknya semakin banyak dengan permasalahan yang semakin kompleks.



Baca juga artikel terkait DEMOKRASI atau tulisan menarik lainnya Erika Erilia
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight