Menuju konten utama

Kisah Anak 7 Tahun Tewas di Pangkuan Ayah Ditembak Militer Myanmar

Militer menembak ayahnya tetapi mengenai anak perempuan yang duduk di pangkuannya sehingga meninggal.

Kisah Anak 7 Tahun Tewas di Pangkuan Ayah Ditembak Militer Myanmar
Demonstran memprotes kudeta militer di Yangon, Myanmar, Jumat (19/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/HP/sa.

tirto.id - Seorang anak perempuan berusia 7 tahun tewas ditembak pasukan keamanan dalam tindakan keras militer Myanmar baru-baru ini. Anak bernama Khin Myo Chit itu tewas di rumahnya usai pasukan keamanan melepaskan tembakan di kota terbesar kedua Myanmar, Mandalay.

Seperti diwartakan Aljazeera, Rabu, 24 Maret 2021, Khin Myo Chit dilaporkan duduk di pangkuan ayahnya ketika tentara masuk ke rumah mereka pada hari Selasa waktu setempat dan mencoba menembaknya. Hal itu disampaikan oleh saudara perempuannya kepada kantor berita Myanmar Now.

Staf layanan pemakaman Mandalay mengatakan kepada Reuters, gadis berusia tujuh tahun itu meninggal karena luka tembak. Kendati demikian, pihak militer Myanmar belum mengomentari insiden tersebut.

Para pengunjuk rasa pro-demokrasi juga mengadakan acara menyalakan lilin termasuk di distrik ibu kota komersial Yangon dan di Thahton. Seperti dilansir The Straits Times, hal itu mereka lakukan untuk mengenang seorang gadis berusia tujuh tahun yang tewas karena luka tembak di kota itu. Ia adalah korban termuda sejauh ini dalam tindakan keras berdarah sejak kudeta 1 Februari lalu.

Tentara menembak ayahnya tetapi mengenai gadis yang duduk di pangkuannya. Insiden itu terjadi di dalam rumah mereka, kata saudara perempuannya. Selain itu, dua pria juga tewas di distrik itu.

Situasi Terkini Myanmar

Para jenderal menuduh pengunjuk rasa pro-demokrasi melakukan pembakaran dan kekerasan selama minggu-minggu. Jenderal mengatakan mereka menggunakan sedikit kekuatanuntuk memadamkan demonstrasi tersebut.

Pada hari Selasa, juru bicara militer Zaw Min Tun menyatakan kesedihan atas hilangnya nyawa dan mengatakan 164 pengunjuk rasa telah tewas secara total.

“Mereka juga warga kami,” ujarnya.

Pada Rabu (24 Maret), militer Myanmar membebaskan lebih dari 600 orang yang ditahan dalam protes anti-junta, kata seorang pejabat senior penjara kepada AFP.

"Kami membebaskan 360 pria dan 268 wanita dari penjara Insein hari ini," kata seorang pejabat senior penjara kepada AFP, tanpa menyebut nama.

Sementara itu, aktivis Myanmar merencanakan lebih banyak protes anti-kudeta, termasuk pemogokan diam-diam dan seruan agar orang-orang tetap di rumah. Hal itu mereka lakukan sehari setelah seorang gadis berusia tujuh tahun tewas di rumahnya ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan selama tindakan keras di Mandalay.

Baca juga artikel terkait KUDETA MYANMAR atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya