tirto.id - Direktur atau Pemilik PT Zahra Oto Mandiri alias Uhud Tour, Khalid Zeed Abdullah Basalamah, mengaku mengenal Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) sekaligus Bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur yang diduga memiliki peran terkait pembagian kuota haji tambahan 2023-2024.
Hal ini diakui Khalid usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) 2023-2024. Kata Khalid, meski mengenal Fuad, dirinya tidak pernah membahas masalah kuota haji tambahan.
"Bukan gak kenal, kan, secara umum pasti orang kenal. Interaksi kalau masalah urusan-urusan seperti ini tentu tidak ya," kata Khalid di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).
Khalid juga mengaku tidak pernah berinteraksi dengan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan mantan Stafsus, Yaqut, Ishfah Abidal Aziz, tersangka dalam kasus ini.
"Di sini ada nama-nama yang saya tidak pernah interaksi, seperti mantan Menteri Agama, staf khususnya itu saya tidak tahu," tutur Khalid.
Dia menyebut telah mengembalikan uang Rp8,4 miliar kepada KPK dan diperiksa dalam kapasitasnya selaku Ketua Umum Mutiara Haji. Kata Khalid uang tersebut merupakan uang yang dikembalikan oleh PT Muhibbah yang menjadi penyedianya dan para jamaahnya.
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan Khalid diperiksa terkait dengan pembahasan kuota haji tambahan 2022-2024 dalam Forum SATHU. Pasalnya, Asosiasi Mutiara Haji, bagian dari Forum SATHU.
"Pemeriksaan (Khalid) terkait Forum SATHU dan pembahasan mengenai kuota tambahan haji 2022-2024," kata Budi.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































