Menuju konten utama

Ketua MPR: Makan Bergizi Gratis Investasi Generasi Emas

Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan program Makan Bergizi Gratis harus diawasi ketat. Ia meminta tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel.

Ketua MPR: Makan Bergizi Gratis Investasi Generasi Emas
Ketua MPR RI 2024-2029, Ahmad Muzani, dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto/YouTube TVR PARLEMEN
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua MPR RI 2024-2029, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan terobosan krusial untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

"Kita memandang program Makan Bergizi Gratis sebagai terobosan dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045," kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Namun demikian, Muzani mengingatkan prorgam MBG tidak boleh hanya dipandang sebatas pembagian makanan semata, melainkan sebuah ikhtiar strategis yang membutuhkan tata kelola pelaksanaan yang baik dan akuntabel.

Menurutnya, implementasi program MBG sangat berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan kecerdasan bangsa ke depan.

"Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan. Namun merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas," ucapnya.

Lebih lanjut, Muzani menyoroti bahwa pemenuhan gizi yang menyasar kelompok rentan tidak bisa diabaikan jika Indonesia ingin memiliki generasi penerus yang berdaya saing global. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk investasi negara.

"Mimpi kita semua memiliki anak-anak yang unggul dan bersaing secara kompetitif. Pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok yang membutuhkan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," ujarnya.

Guna merealisasikan visi besar dari program tersebut, Muzani memberikan catatan tegas kepada seluruh pihak terkait implementasi di lapangan.

Muzani mendorong adanya pengawasan bersama agar eksekusi program ini tidak melenceng dari target.

"Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel," pungkas Muzani.

Baca juga artikel terkait AHMAD MUZANI atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Siti Fatimah