Menuju konten utama

Ketahui 5 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Menyusui Menurut Ahli

Makanan serta minuman yang sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui di antaranya ikan laut yang mengandung merkuri hingga alkohol.

Ketahui 5 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Menyusui Menurut Ahli
Ilustrasi - Ibu menyusui sedang makan. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Air susu ibu (ASI) merupakan asupan penuh nutrisi yang berperan penting dalam tumbuh kembang bayi. Di sisi lain, ASI rupanya dapat dipengaruhi oleh makanan maupun minuman yang dikonsumsi oleh sang ibu.

Itulah kenapa ibu menyusui wajib menjaga pola makan sehari-hari untuk menjaga kesehatan dirinya maupun si kecil. Salah satu caranya adalah dengan menghindari beberapa jenis makanan dan minuman yang ternyata kurang baik bagi ibu menyusui.

Beberapa makanan dan minuman ini diketahui bisa mempengaruhi kualitas ASI. Jika makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu mengandung zat berbahaya, zat tersebut bisa ikut termakan oleh bayi melalui ASI dan mengancam kesehatannya.

5 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Menyusui

Berikut beberapa makanan serta minuman yang sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui:

1. Ikan laut yang mengandung merkuri

Ikan merupakan sumber nutrisi yang mengandung docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA). Keduanya termasuk jenis asam lemak omega-3 yang bagus untuk perkembangan bayi, terutama untuk otak.

Sayangnya, beberapa jenis ikan laut diketahui memiliki kandungan merkuri yang sangat tinggi. Merkuri sangat berbahaya karena bisa merusak sistem saraf pusat bayi. Akibatnya, bayi bisa mengalami gangguan dalam hal kemampuan kognitif, bicara dan bahasa, motorik halus, hingga kecerdasan visual spasial.

Beberapa jenis ikan laut yang sebaiknya dihindari antara lain ikan tuna, mackerel, king mackerel, marlin, hiu, todak, dan tilefish.

2. Kafein

Kafein umumnya terdapat di beberapa jenis minuman seperti kopi, teh, soda, hingga cokelat. Kafein bisa ikut terminum oleh bayi lewat ASI, tapi tubuh bayi belum bisa mencerna kafein dengan baik. Efeknya adalah kafein bisa menumpuk dalam tubuh bayi sehingga menyebabkan bayi mudah rewel dan susah tidur.

Meski dianjurkan untuk dihindari, ibu menyusui sebenarnya masih boleh minum kopi atau teh dalam jumlah sedikit atau tidak lebih dari 3 cangkir sehari. Sementara dikutip dari laman Parents, konsultan laktasi sekaligus ahli gizi ibu dan anak Alicia C. Simpson, M.S., R.D., IBCLC, L.D. mengungkapkan bahwa ibu menyusui setidaknya harus menunggu bayinya berusia 3 bulan jika ingin minum kafein.

Setelah itu, ibu juga harus memperhatikan apakah ada perubahan pada bayinya, misalnya jadi mudah rewel atau susah tidur. Jika efek kafein terlihat pada bayi, maka Anda disarankan untuk benar-benar menghindari minuman yang mengandung kafein.

3. Alkohol

Alkohol termasuk minuman yang merugikan kesehatan, termasuk bagi ibu menyusui dan bayi. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dapat mengurangi produksi atau jumlah ASI.

Dikutip dari Healthline, alkohol yang diminum ibu menyusui diketahui bisa berdampak negatif pada pertumbuhan dan fungsi motorik bayi. Jika alkohol diminum dalam jumlah banyak, hal ini juga bisa menyebabkan retensi cairan dan ketidakseimbangan hormon pada bayi yang disusui.

4. Suplemen herbal

Di Indonesia, banyak ibu menyusui yang memilih minum jamu atau suplemen herbal lainnya demi melancarkan ASI. Sayangnya, sampai saat ini belum banyak bukti ilmiah maupun uji klinis yang menyatakan bahwa suplemen herbal terbukti memperlancar ASI.

Sejauh ini memang banyak orang yang mengaku berhasil melancarkan ASI dengan ramuan herbal tertentu, tapi nyatanya tidak sedikit pula ibu menyusui yang tak merasakan efeknya. Jadi belum diketahui pasti apakah suplemen herbal tersebut memang manjur atau cuma efek placebo.

Jika Anda ingin meminumnya, setidaknya berkonsultasilah dulu dengan dokter. Ingatlah bahwa ibu hamil dan menyusui tidak boleh sembarangan minum obat, suplemen, atau ramuan herbal karena bisa berpengaruh pada bayi.

5. Junk food

Junk food adalah istilah untuk semua makanan yang memiliki gizi rendah. Makanan ini umumnya melalui banyak proses pemasakan sehingga sebagian besar nutrisinya sudah menghilang. Selain itu, junk food juga mengandung banyak kalori, lemak tak sehat, serta gula tambahan yang tak bagus bagi kesehatan.

Ibu menyusui sebaiknya menghindari junk food dan memilih makanan yang lebih sehat. Sementara menurut penelitian, pola makan ibu menyusui bisa mempengaruhi pola makan anaknya kelak. Jadi, jika ingin anak Anda terbiasa mengonsumsi makanan sehat, mulailah dari diri Anda sendiri.

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Makanan Pedas?

Sejak zaman dulu, ibu menyusui selaku diwanti-wanti agar menghindari makanan pedas. Makanan pedas diyakini bisa menyebabkan bayi rewel, kembung, hingga kolik.

Paula Meier, Ph.D dari Rush University Medical Center di Chicago menegaskan bahwa makanan pedas sebenarnya aman untuk dikonsumsi ibu menyusui. Sampai sekarang juga tidak ada bukti ilmiah bahwa makanan pedas yang dimakan ibu menyusui akan menyebabkan masalah pada bayi.

Meski demikian, akan lebih bijak untuk membatasi makanan pedas demi menjaga kesehatan tubuh. Bagaimanapun juga makanan pedas berpotensi membuat perut Anda terasa panas, kembung, hingga menyebabkan diare.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Nur Hidayah Perwitasari