Menuju konten utama

Kesaksian Lettu Ahmad Faisal di Sidang Kasus Prada Lucky

Ahmad Faisal mengaku tindakannya mencambuk Prada Lucky sesuai dengan tataran yang sempat ia terima.

Kesaksian Lettu Ahmad Faisal di Sidang Kasus Prada Lucky
Prada Lucky Namo anggota TNI yang meninggal akibat diduga dianiaya oleh seniornya.ANTARA/Kornelis Kaha
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Komandan Kompi (danki) A, Lettu Ahmad Faisal, mengaku pernah disiksa oleh seniornya saat melakukan kesalahan. Hal ini ia nyatakan saat memberikan kesaksian dalam sidang kematian Prada Lucky Namodi Pengadilan Militer III-15 Kupang, Senin (24/11/2025).

Ahmad Faisal mengaku tindakannya mencambuk Prada Lucky sesuai dengan tataran yang sempat ia terima.

"Menurut kami, tindakan yang kami berikan kepada almarhum ini sesuai dengan tataran yang pernah kami alami," tuturnya saat sidang.

Ahmad Faisal menyatakan, sebelum menempati Batalyon Infanteri (Yonif) 834 WM, seniornya melakukan penyiksaan itu.

"Sebelum dinas di batalyon kami pun juga pernah apa bahasanya pelantasan, segala macam, tapi kami, para senior kami melakukan tindakan seperti itu," ucap dia.

Sebagai informasi, Lucky Cheptril Saputra Namo merupakan anggota TNI dengan pangkat Prada yang bertugas di Yonif TP 834 di Waka Nga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai tentara, Prada Lucky sebenarnya terbilang baru menjalankan dinas militer di Angkatan Darat, yakni terhitung sejak Juni 2025. Akan tetapi, pada 6 Agustus 2025, Prada Lucky meninggal dunia setelah beberapa hari mendapat perawatan intensif di ruang ICU RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa.

Sebelum meninggal, Prada Lucky dibawa ke rumah sakit dengan luka tak biasa di sekujur tubuhnya. Tubuh Prada Lucky dipenuhi memar akibat benturan benda tumpul dan luka sayatan. Pada bagian lengan dan kakinya, terdapat luka bakar serupa luka sundutan bara rokok.

Ayah Prada Lucky, Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, menyatakan bahwa penyebab kematian anaknya adalah penganiayaan yang dilakukan para seniornya. Ia juga mendorong aparat berwajib untuk mengusut tuntas kasus kematian anak itu.

Baca juga artikel terkait KEMATIAN PRADA LUCKY atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama