Menuju konten utama

Apakah Lumumba Vea Fan Ikonik RD Kongo Hadir vs Inggris?

Siapa Lumumba Vea? Kenali suporter ikonik RD Kongo yang dijuluki "living statue" dan kenapa dikabarkan tidak hadir mendukung timnya vs Inggris.

Apakah Lumumba Vea Fan Ikonik RD Kongo Hadir vs Inggris?
Suporter fanatik timnas Republik Demokratik Kongo, Michel Nkuka Mboladinga alias Lumumba Vea, memberikan dukungan dengan berdiri mematung sepanjang pertandingan saat pertandingan Kolombia melawan Republik Demokratik Kongo dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko, Selasa (23/6/2026) waktu setempat. Aksi yang selalu dilakukan dengan mengenakan setelan jas dengan warna kebesaran negaranya itu juga bertujuan sebagai penghormatan kepada Patrice Lumumba, Perdana Menteri pertama RD Kongo yang tewas dibunuh dalam peristiwa pembunuhan politik pada 1961. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Suporter ikonik Lumumba Vea dikabarkan tidak boleh hadir di laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara RD Kongo vs Inggris pada Rabu, 1 Juli 2026 yang digelar di Stadion Atlanta Amerika Serikat. Siapa Lumumba Vea dan mengapa dia tak bisa masuk ke stadion untuk mendukung RD Kongo?

Lumumba Vea merupakan suporter Timnas RD Kongo yang kerap hadir di stadion memakai pakaian berwarna mencolok. Ciri khasnya, dia selalu berdiri tegak tanpa bergerak sepanjang jalannya laga, sambil mengangkat satu tangan.

Aksi itu bikin Lumumba Vea dijuluki sebagai living statue alias patung hidup, petugas siaran sepakbola hampir selalu menyorot sosoknya setiap kali timnas berjuluk The Leopards tampil di ajang besar.

Kabar absennya Lumumba Vea saat RD Kongo vs Inggris nanti menimbulkan pertanyaan. Mengapa suporter ikonik tersebut tidak bisa memberi dukungan langsung di stadion? Padahal Lumumba Vea terpantau sempat hadir di laga RD Kongo vs Kolombia pada pekan kedua Piala Dunia 2026.

Profil Lumumba Vea Suporter Ikonik RD Kongo

Lumumba Vea memiliki nama asli Michel Nkuka Mboladinga. Ia dikenal sebagai salah satu suporter sepakbola paling unik di dunia berkat aksi khasnya yang tak pernah berubah tiap kali mendukung Timnas RD Kongo.

Aksinya berdiri tegak tanpa gerak selama 90 menit penuh sambil mengangkat satu tangan ternyata punya alasan, yakni sebagai wujud penghormatan untuk sosok pahlawan nasional RD Kongo Patrice Lumumba.

Patrice Lumumba termasuk salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan RD Kongo melalui partai Mouvement National Congolais (MNC). Dia mendorong semangat persatuan nasional sekaligus menentang sistem kolonial Belgia yang menjajah wilayah tersebut lebih dari lima puluh tahun, tepatnya mulai 1908 sampai 1960. Setelah Kongo merdeka, Lumumba diangkat sebagai perdana menteri pertama di negara itu.

Nama Lumumba kian dikenang setelah menyampaikan pidato kemerdekaan pada 30 Juni 1960 di hadapan Raja Baudouin dari Belgia. Dalam pidato itu, Lumumba secara terbuka mengecam praktik penjajahan, diskriminasi, dan penindasan yang dialami rakyat RD Kongo. Pidatonya sampai kini dianggap sebagai salah satu pidato politik paling berpengaruh dalam sejarah kemerdekaan negara-negara Afrika.

Namun, era pemerintahan Lumumba hanya berlangsung singkat. Beberapa pekan usai merdeka, Kongo dilanda krisis politik dan konflik separatis. Lumumba kemudian dikudeta dari jabatannya, ditangkap, kemudian dibunuh pada Januari 1961 di wilayah Katanga.

Sejumlah penyelidikan sejarah menyebut pembunuhan itu melibatkan elite politik lokal disokong pihak asing, termasuk Belgia. Peristiwa ini masih jadi salah satu bab paling kontroversial dalam sejarah Afrika modern.

Di RD Kongo, Patrice Lumumba dikenang sebagai simbol perjuangan kemerdekaan, persatuan bangsa, dan perlawanan terhadap penjajahan. Sebuah patung dirinya didirikan di Kinshasa dengan pose berdiri tegak sambil mengangkat satu tangan. Pose itulah yang kemudian ditiru oleh Michel Nkuka Mboladinga.

Saat Timnas RD Kongo bertanding, ia mengenakan pakaian menyerupai Patrice Lumumba, dan berdiri tanpa gerak sepanjang pertandingan layaknya patung hidup. Karena konsisten melakukan aksi tersebut selama bertahun-tahun, Lumumba Vea menjadi salah satu suporter paling terkenal di dunia sepakbola.

Popularitasnya kian melejit di pagelaran Piala Afrika 2025, ketika kamera televisi internasional berulang kali menyorot aksinya di tribun penonton. Pada Piala Dunia 2026, Lumumba Vea juga sempat hadir saat RD Kongo bersua Kolombia di Stadion Guadalajara, Meksiko, pada 24 Juni 2026.

Kenapa Lumumba Vea Tak Datang vs Inggris?

Jelang duel RD Kongo vs Inggris di babak 32 besar Piala Dunia 2026, belum ada kepastian soal kehadiran Lumumba Vea di stadion.

Menurut laporan Diario AS, Lumumba Vea sebelumnya tak bisa menghadiri laga RD Kongo kontra Portugal dan Uzbekistan karena laga tersebut digelar di Amerika Serikat. Detailnya, dia terkendala urusan visa atau izin masuk. Adapun duel RD Kongo vs Kolombia yang sempat dihadirinya digelar negara berbeda, yakni di di Stadion Guadalajara Meksiko.

Berbagai pemberitaan juga menyebut adanya faktor administratif, pembatasan perjalanan, maupun pertimbangan kesehatan terkait wabah Ebola di sejumlah wilayah RD Kongo. Namun, hingga saat ini, dugaan-dugaan itu belum pernah dikonfirmasi oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai alasan resmi penolakan visa Lumumba Vea.

Duta Besar RD Kongo untuk Amerika Serikat, Kapinga Yvette Ngandu, sempat mengatakan kepada Reuters bahwa dia berharap Lumumba Vea bisa memperoleh visa apabila Timnas RD Kongo lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

"Saya berharap dia bisa membawakan dukungan khasnya kepada tim," ujar Ngandu.

Kendati Lumumba Vea tidak berada di Stadion Atlanta saat laga melawan Uzbekistan, dukungannya tetap terasa. Jelang duel penentuan di pekan terakhir fase grup tersebut, seorang pendukung RD Kongo lainnya berdiri diam sambil mengangkat satu tangan, meniru pose khas Lumumba Vea sebagai bentuk penghormatan kepada suporter ikonik tersebut.

Hingga jelang duel kontra Inggris, belum ada kepastian terkait Lumumba Vea mendapat visa untuk izin masuk ke Amerika Serikat. Artinya, besar kemungkinan sosok living statue kebanggaan RD Kongo tersebut hanya bisa mendukung dari jauh, sementara The Leopards berusaha mencatat sejarah baru dengan menghadapi Inggris di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

RD Kongo lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai runner-up Grup K hasil dari menahan imbang Portugal 1-1, kalah 0-1 dari Kolombia, disusul menang 3-1 atas Uzbekistan. Jika mampu melewati Inggris di babak 32 besar, The Leopards akan melaju ke babak 16 besar bertemu dengan pemenang Meksiko vs Ekuador.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus