tirto.id - Profil Timnas Republic Demokratik (RD) Kongo jadi sorotan jelang laga mereka kontra Portugal pada Kamis (18/6/2026) pukul 00.00 WIB di Houston. Lolos kembali ke putaran final Piala Dunia setelah 52 tahun, sebenarnya bagaimana sejarah RD Kongo dan peringkat FIFA berapa? Apakah RD Kongo berbeda dengan Kongo?
Timnas RD Kongo memungkas penantian panjang setelah lima dasawarsa dengan menjadi salah satu wakil Afrika (CAF) yang lolos putaran final Piala Dunia 2026. Ini adalah penampilan kedua negara tersebut sejak edisi 1974. Les Leopard tergabung di Grup K bersama tim favorit juara Portugal, Kolombia, serta Uzbekistan.
Di atas kertas, Timnas RD Kongo sulit berharap untuk bersaing dengan Portugal. Sebagai perbandingan, dalam ranking FIFA, Selecao das Quinas ada di urutan 6 pada April 2026 lalu. Sementara itu, Kolombia nomor 13 dan Uzbekistan urutan 50. Bagaimana dengan RD Kongo? Mereka ada di posisi 46. Oleh karenanya, target realistisnya adalah masuk 32 besaar dengan tembus peringkat 3 Grup.
Bagaimana sepak terjang Les Leopards selama ini? Mengapa mereka butuh waktu 52 tahun untuk lolos kembali ke Piala Dunia, bahkan dengan nama baru, setelah dahulu debut dengan nama Zaire? Siapa saja pula pemain yang diangkut RD Kongo ke Piala Dunia edisi ke-23 ini?
Profil Timnas RD Kongo, Apakah Beda dengan Kongo?
Republik Demokratik Kongo merupakan negara terbesar kedua berdasarkan luas wilayah di Afrika. Negara yang terletak di Afrika Tengah dengan ibu kota bernama Kinshasa ini pernah dikenal dengan nama Zaire sebelum akhirnya berganti menjadi RD Kongo pada 1997 pasca pergantian kekuasaan.
Sementara itu, berdasarkan catatan historisnya, Federasi Sepak Bola Kongo didirikan pertama kali pada tahun 1919 sewaktu mereka belum merdeka. Kala itu, negara yang masih bernama Zaire ini melakukan debut sebagai Kongo Belgia pada 1948 menghadapi Rhodesia Utara (sekarang Zambia) dan meraih kemenangan 3-2 di kandang.
Seiring berjalannya waktu, Timnas Zaire terus melakukan perkembangan cukup signifikan. Pada 1962, mereka telah berafiliasi dengan FIFA dan menjadi anggota CAF sejak 1963. Mereka melakoni pertandingan resmi pertama sebagai tim nasional pada 11 April 1963 menghadapi Mauritania dalam turnamen L'Amitie. Dua tahun berselang, Leopards langsung tampil di Piala Afrika 1965.
Setelah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, Timnas RD Kongo meraih kesuksesan internasional pertamanya di Piala Afrika 1968 yang digelar di Ethiopia. Di partai final, mereka berhasil mengalahkan Ghana 1-0 dan meraih trofi perdana.
Kegemilangan negara Zaire dengan nama tim Republik Demokratik Congo terjadi saat mereka meraih gelar kontinental kedua di Piala Afrika 1974 di Mesir. Selepas itu, pencapaian terbaiknya terjadi ketika Leopards berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya pada edisi 1974. Kala itu, Zaire menjadi tim Afrika Sub-Sahara pertama yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
Sayangnya, setelah menjadi kampiun Piala Afrika 1974 dan lolos Piala Dunia 1974, mereka tak pernah tampil lagi di dua ajang tersebut hingga 1986. Leopards baru bisa bangkit pada 1992-1996 dengan mencapai tiga perempat final Piala Afrika secara berturut-turut. Sedangkan di Piala Dunia, mereka masih absen.
Pada 1997, Zaire resmi berganti jadi Republik Demokratik Kongo. Namun, masa kebangkitannya baru terjadi pada Piala Afrika 2015 dengan menempati peringkat ketiga.
Dalam proses kebangkitannya, RD Kongo sempat menempati peringkat 51 ranking FIFA pada September 2003.
Republik Demokratik Kongo dan Kongo merupakan dua negara berdaulat yang berbeda. Meskipun sekilas tampak sama karena memiliki nama yang mirip, nyatanya keduanya memiliki perbedaan cukup mencolok, terutama dalam hal sejarah, luas, wilayah, maupun ibu kota.
Dari segi wilayahnya, RD Kongo terletak di jantung benua Afrika, tepatnya di Cekungan Kongo. Dengan pusat ibu kota di Kinshasa, negara bekas jajahan Belgia ini menjadi negara terbesar kedua di Afrika.
Sedangkan Republik Kongo atau Kongo, terletak di sebelah barat laut RD Kongo. Secara geografis, negara ini jauh lebih kecil dibandingkan RD Kongo. Ibu Kota mereka berpusat di Brazzaville.
Sejarah RD Kongo di Piala Dunia & Prestasi Saat Bernama Zaire
Timnas Republik Demokratik Kongo tampil pertama kali di Piala Dunia edisi 1974 yang digelar di Jerman Barat. Kala itu, negara mereka masih bernama Zaire.
Dalam debutnya di Pildun, Zaire juga tercatat sebagai wakil tunggal Afrika sekaligus negara Afrika Sub-Sahara pertama yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia. Prestasi gemilang itu tak terlepas pada saat babak kualifikasi mereka berhasil menyingkirkan Maroko dan Zambia.
Sayangnya, debut perdananya di Piala Dunia 1974 tak berjalan mulus. Dalam tiga pertandingan yang dilakoninya di Grup II, Zaire mencatatkan tiga kali kekalahan beruntun tanpa imbang maupun menang. Bahkan, kekalahan dari Yugoslavia 9-0 menjadi salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah Piala Dunia hingga kini.
Dengan mencatatkan baru satu kali tampil di Piala Dunia, sejauh ini RD Kongo belum meraih hasil memuaskan. Prestasi terbaik bagi mereka yakni mencapai putaran final edisi 1974, meskipun mereka hasil menelan pil pahit sebagai tim nir gol dan kebobolan hingga 14 kali.
Setelah menanti selama lima dekade, tepatnya 52 tahun sejak 1974, RD Kongo akhirnya kembali lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 untuk penampilan keduanya.
Dalam perjalanannya mencetak sejarah baru, RD Kongo melewati perjalanan yang dramatis di fase kualifikasi CAF. Tergabung di Grup B, mereka bersaing dengan Senegal, Sudan, Togo, Mauritania, dan Sudan Selatan.
Setelah melakoni 10 laga dengan mencatatkan hasil cukup impresif, yakni tujuh kemenangan, satu imbang dan dua kali kalah, RD Kongo berhasil mengunci posisi runner-up dengan raihan 22 poin, selisih dua poin dari Senegal di posisi puncak.
Dengan torehan gemilang itu, secara tidak langsung RD Kongo mengunci tiket lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 dan memungkas penantian panjang selama setengah abad.
Daftar Pemain RD Kongo di Piala Dunia 2026
Di bawah asuhan Sebastien Desabre, RD Kongo memboyong 26 pemain muda dan senior. Dalam daftar susunan pemain Les Leopards, terdapat sederet nama tenar yang memiliki pengalaman banyak di level profesional, seperti Yoane Wissa (Newcastle United), Cedric Bakambu (Real Betis), Charles Pickel (Espanyol), hingga Noah Sadiki (Sunderland).
Berikut rincian lengkap daftar pemain RD Kongo untuk Piala Dunia 2026.
| No. Punggung | Nama Pemain | Posisi | Klub (Negara) |
| 1 | Lionel Mpasi | Penjaga Gawang (GK) | Le Havre (Prancis) |
| 16 | Timothy Fayulu | Penjaga Gawang (GK) | Noah (Armenia) |
| 21 | Matthieu Epolo | Penjaga Gawang (GK) | Standard Liège (Belgia) |
| 2 | Aaron Wan-Bissaka | Bek (DF) | West Ham United (Inggris) |
| 3 | Steve Kapuadi | Bek (DF) | Widzew Łódź (Polandia) |
| 4 | Axel Tuanzebe | Bek (DF) | Burnley (Inggris) |
| 5 | Dylan Batubinsika | Bek (DF) | AEL (Siprus) |
| 12 | Joris Kayembe | Bek (DF) | Genk (Belgia) |
| 22 | Chancel Mbemba (C) | Bek (DF) | Lille (Prancis) |
| 24 | Gédéon Kalulu | Bek (DF) | Aris Limassol (Siprus) |
| 26 | Arthur Masuaku | Bek (DF) | Lens (Prancis) |
| 6 | Ngal'ayel Mukau | Gelandang (MF) | Lille (Prancis) |
| 7 | Nathanaël Mbuku | Gelandang (MF) | Montpellier (Prancis) |
| 8 | Samuel Moutoussamy | Gelandang (MF) | Atromitos (Yunani) |
| 9 | Brian Cipenga | Gelandang (MF) | Castellón (Spanyol) |
| 10 | Théo Bongonda | Gelandang (MF) | Spartak Moscow (Rusia) |
| 11 | Gaël Kakuta | Gelandang (MF) | AEL (Siprus) |
| 14 | Noah Sadiki | Gelandang (MF) | Sunderland (Inggris) |
| 15 | Aaron Tshibola | Gelandang (MF) | Kilmarnock (Skotlandia) |
| 18 | Charles Pickel | Gelandang (MF) | Espanyol (Spanyol) |
| 25 | Edo Kayembe | Gelandang (MF) | Watford (Inggris) |
| 13 | Meschak Elia | Penyerang (FW) | Alanyaspor (Turki) |
| 17 | Cédric Bakambu | Penyerang (FW) | Betis (Spanyol) |
| 19 | Fiston Mayele | Penyerang (FW) | Pyramids (Mesir) |
| 20 | Yoane Wissa | Penyerang (FW) | Newcastle United (Inggris) |
| 23 | Simon Banza | Penyerang (FW) | Al Jazira (Uni Emirat Arab) |
Ikuti informasi seputar Piala Dunia 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id
































