Menuju konten utama

Liku-liku Timnas Iran Dipersulit Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

Timnas Iran menghadapi diskriminasi terkait visa masuk Amerika Serikat. Mereka hanya diberikan visa singkat untuk sekadar bertanding di Piala Dunia 2026.

Liku-liku Timnas Iran Dipersulit Masuk AS untuk Piala Dunia 2026
Pemain timnas Iran berjalan di lapangan setelah pertandingan sepak bola grup B Piala Dunia antara Iran dan Amerika Serikat di Stadion Al Thumama di Doha, Qatar, Rabu, 30 November 2022. (Foto AP / Manu Fernandez)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Timnas Iran harus menghadapi jalan berliku untuk berlaga di Piala Dunia 2026 yang kini diselenggarakan di Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada. Mereka telah dipersulit untuk masuk ke AS dan ini terjadi akibat pengaruh geopolitik global.

Iran baru saja menahan imbang Selandia Baru dengan skor 2-2 dalam laga pertama Piala Dunia 2026 mereka di Los Angeles pada Selasa (16/6/2026). Laga ini menjadi pertandingan yang cukup emosional bagi para pemain, pasalnya langkah mereka untuk bertanding di ajang empat tahunan itu lebih rumit daripada kontestan lainnya.

Kerumitan itu berpangkal pada situasi politik negara mereka. Sejak 28 Februari lalu, Iran berperang dengan AS dan di saat yang sama timnas sepak bola mereka lolos ke Piala Dunia.

Imbas hal tersebut, keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia 2026 sempat jadi polemik. Isu Iran berpotensi tidak berpartisipasi pun mencuat. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) bahkan sempat mengkhawatirkan keselamatan tim jika berlaga di AS.

Timnas Iran Ikut Piala Dunia 2026 Meski Diadang Urusan Visa

Iran akhirnya mengikuti ajang Piala Dunia 2026. Meski begitu langkah yang mereka perlu tempuh rupanya berliku. Timnas Iran jadi satu-satunya tim dengan izin visa yang berbeda dengan 15 anggota staf timnas mereka dilaporkan telah ditolak visanya.

Seturut The Guardian, polemik ini membuat pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengeluh. Menurutnya, kesulitan anggota timnas Iran mendapatkan visa membuat persiapan timnya terganggu.

“Kami kecewa dengan perilaku ini. Ini tentu belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya ketika baru mendarat di Meksiko.

Terganggunya persiapan tim untuk berlaga di Piala Dunia itu terjadi karena masalah visa telah merembet ke soal teknis lainnya. Persoalan itu berkisar dari waktu kedatangan tim, markas tempat latihan hingga mekanisme perjalanan mereka menuju lapangan.

Iran sebelumnya dijadwalkan untuk melakukan tiga laga fase grup di AS. Ketiganya berlokasi di Los Angeles dan Seattle. Dalam keadaan wajar, hal itu akan membuat timnas Iran menetapkan lokasi pusat latihan dan penginapan di dekat kota tersebut.

Akan tetapi, jenis visa yang diberikan kepada timnas Iran tidak memperbolehkan mereka melakukannya. Alih-alih menginap di Los Angeles atau Seattle selama laga fase grup, mereka justru harus bermarkas di Meksiko, negara tetangga AS. Alhasil mereka mesti bolak-balik Meksiko-AS demi mengejar laga.

Timnas Iran Dipaksa Tinggalkan AS Usai Laga Pertama Selesai

Timnas Iran tidak bisa bermarkas di sekitar Los Angeles atau Seattle karena masalah visa yang mereka dapatkan. Tidak seperti kontestan lain, visa yang diberikan kepada timnas Iran hanya visa kunjungan singkat untuk keperluan bertanding.

Visa itu membuat mereka hanya bisa datang ke AS sebelum pertandingan dan meninggalkan AS setelahnya. Hal ini berlaku selama tiga laga fase grup.

Oleh karenanya, Iran yang semula hendak memusatkan latihan mereka di Arizona, harus memindahkan markas ke Tijuana, Meksiko.

Juru bicara timnas Iran, Amir Mahdi Alavi, menyebut dalam sebuah keterangan bahwa timnas Iran diberikan “visa masuk ganda”. Dengan itu, para pemain diperbolehkan masuk AS hanya sehari atau dua hari sebelum bertanding.

“Visa yang dikeluarkan untuk tim nasional adalah visa masuk ganda, dan tim nasional akan tiba di tempat pertandingan satu hari sebelum laga pertama. Dan untuk laga berikutnya, dua hari sebelum setiap pertandingan,” kata Alavi.

Ketika laga pertama melawan Selandia Baru berlangsung pada 16 Juni lalu, timnas Iran betulan melakukannya. Bahkan, timnas Iran rupanya telah diminta untuk meninggalkan AS pada hari yang sama.

Hal itu diungkap pelatih Amir Ghalenoei. Seturut AP, Ghalenoei menyebut bahwa Iran harus kembali ke Tijuana pada hari yang sama setelah laga melawan Selandia Baru usai. Padahal, katanya, semula mereka berencana untuk bermalam di California guna memberi waktu untuk pemulihan.

“Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk pulih,” kata Ghalenoei. “Dan kami benar-benar terganggu oleh hal itu.”

Kapten timnas Iran, Mehdi Taremi, juga mengeluhkan hal tersebut. Ia dibuat kebingungan karena harus segera meninggalkan AS lewat perjalanan dan pemeriksaan keamanan selama lima jam setelah bertanding melawan Selandia Baru.

“Kami seharusnya menginap malam ini untuk beristirahat dan kembali [ke Tijuana] besok siang. Kami tidak tahu mengapa [harus kembali sekarang],” katanya. “Sebenarnya, semuanya seperti bencana bagi kami.”

Tak hanya perintah kembali ke Meksiko yang mendadak, masalah visa lain juga sempat menimpa pemain sayap timnas Iran, Mehdi Torabi. Izin visanya habis setelah laga pertama.

Hal itu sempat membuat status keikutsertaan Torabi tidak jelas. Hingga akhirnya masalah visa Torabi dapat teratasi pada Rabu (17/6).

“Melalui upaya dari Federasi [FFIRI] dan koordinasi dengan FIFA, pemain tersebut telah diberikan visa masuk ganda yang baru pada hari ini,” kata staf ofisial timnas Iran pada Rabu, dikutip dari RTL Today.

Usai laga melawan Selandia Baru, Iran memiliki dua jadwal pertandingan fase grup lainnya. Kedua jadwal sisa itu adalah melawan Belgia di Los Angeles pada Senin (22/6) dan melawan Mesir di Seattle pada Sabtu (27/6).

Namun, selama mengarungi dua laga penentu kiprah Iran di Piala Dunia itu, Mehdi Teremi dkk. harus bolak-balik lintas negara untuk melakukannya.

Andrew Giuliani, direktur eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk FIFA, menyebut pada Selasa bahwa tidak akan ada keringanan bagi Iran. Ia menyebut, karena Iran sudah bisa melakukannya pada laga pertama, maka “mereka akan dapat melakukan itu lagi” pada laga setelahnya.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar