tirto.id - Nama mantan pejabat Letjen TNI Widi Prasetijono ramai jadi perhatian publik. Hal ini terjadi setelah namanya diduga ikut menikmati uang haram korupsi lahan BUMD Cilacap. Bagaimana rekam jejak Widi sebagai tentara hingga jadi tersangka korupsi?
Nama mantan Letnan Jenderal TNI itu muncul dalam sidang Pengadilan Tipikor Semarang pada Rabu (17/6/2026). Widi merupakan bekas Pangdam IV/Diponegoro, namun ia diduga ikut menikmati uang haram hasil korupsi pengadaan lahan BUMD Cilacap.
Nama Widi disebut dalam keterangan saksi bernama Tan Yudi S. Ia seorang kontraktor yang mengaku pernah membangun dua unit bangunan indekos milik Widi Prasetijono di Semarang. Kesaksian ini digali oleh jaksa dalam persidangan untuk menelusuri aliran uang haram yang masuk ke kantong pribadi Widi.
Dua bangunan indekos milik Widi Prasetijono itu diduga hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus korupsi BUMD Cilacap. Seturut keterangan Tan Yudi, dua bangunan itu berlokasi di Tembalang dan Mulawarman.
Jika ditotal, dua bangunan indekos itu memiliki 84 kamar dan masing-masing memiliki nilai kontrak pembangunan Rp3,7 miliar dan Rp4,6 miliar. Tan Yudi menyebut pembiayaan kedua proyek itu ditagihkan langsung ke Widi.
“Yang Mulawarman [pembayaran] masih kurang sekitar Rp670 juta. Invoice-nya langsung ke Pak Widi,” katanya.
Widi Prasetiono kini berstatus sebagai salah satu tersangka dalam kasus BUMD Cilacap. Kasus ini berpangkal pada pengadaan lahan seluas 700 hektare yang dilakukan BUMD PT Cilacap Segara Artha (CSA).
Lahan yang dibeli PT CSA senilai Rp237 miliar itu semula dikelola yayasan milik Kodam IV/Diponegoro. Namun, muncul indikasi mark-up harga dan konspirasi korupsi yang melibatkan para pejabat di Cilacap dan petinggi Kodam IV/Diponegoro.
Belakangan, di ruang sidang, muncul kesaksian uang hasil mark-up diduga telah dicuci oleh para pelaku korupsi dan digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa digunakan untuk keperluan pribadi, sementara sebagian lain diduga digunakan untuk mendukung kampanye calon presiden Prabowo Subianto kala itu.
Lantas, bagaimana kasus itu bisa menjerat Widi Prasetijono? Bagaimana rekam jejaknya sehingga bisa terlibat dalam korupsi ini?
Profil Letjen TNI Widi Prasetijono dan Rekam Jejaknya
Widi Prasetijono sebenarnya tengah menikmati puncak kariernya sebagai tentara ketika dugaan korupsi yang ia lakukan terendus aparat penegak hukum. Ia merupakan perwira yang telah mengembangkan kariernya hingga jadi seorang letnan jenderal.
Pangkat sebagai letnan jenderal itu sebenarnya dipupuk Widi sejak lama, yakni sejak ia lulus Akademi Militer pada 1993. Rekam jejaknya sebagai tentara muda terbentang di satuan infanteri dan sempat menjadi anggota Kopassus.
Punya rekam jejak karier di satuan infanteri dan masuk dalam struktur komando Kopassus, Widi juga memiliki riwayat tempur. Namun, pertempurannya yang pernah ia lakukan bukan medan perang antar-negara, melainkan Operasi Pemulihan Keamanan di Papua.
Setelah hilir mudik menjadi tentara dan menaiki tangga kepangkatan, ada satu fase karier penting yang dialami Widi. Fase itu terjadi pada 2011-2012, ketika ia ditunjuk sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta.
Pada saat itu, Widi Prasetijono mulai dekat dengan sosok Joko Widodo (Jokowi), Walikota Surakarta kala itu dan Presiden RI ke-7 nantinya. Sejak itu, karier dua pejabat di Surakarta tersebut meroket bersama.
Setelah persilangan Widi dan Joko Widodo di Surakarta pada 2011-2012, keduanya kembali bersua pada 2015. Saat itu, Joko Widodo menjadi Presiden RI dan Widi ditarik untuk jadi ajudan pribadinya selama periode 2015-2016.
Posisi sebagai ajudan presiden kemudian mendongkrak karier militer Widi. Setelah rampung menjalankan tugas sebagai ajudan Jokowi, Widi Prasetijono menjabat berbagai posisi penting seperti Komandan Rindam III/Siliwangi, Komandan Korem 074/Warastratama, hingga Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma.
Hingga pada 2020, Widi mendapatkan promosi sehingga pangkatnya jadi Brigadir Jenderal TNI. Sejak itu, karier militernya kian diperhitungkan.
Widi sempat menjadi Danjen Kopassus pada 2022. Di satuan itu, ia menorehkan sejarah sebagai Danjen Kopassus tersingkat yakni hanya menjabat selama 53 hari.
Setelah masa singkat jadi Danjen Kopassus, Widi ditunjuk jadi Pangdam IV/Diponegoro, Jawa Tengah, periode 2022-2023. Di sinilah dugaan keterkaitan Widi pada korupsi pengadaan lahan BUMD Cilacap terjadi.
Kemudian, pada 2023 Widi dilantik jadi Panglima Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat. Ia lalu dipromosikan jadi Letnan Jenderal TNI pada Januari 2024.
Namun, pada Desember 2025, Widi dimutasi jadi staf Khusus KSAD. Mutasi ini bertepatan dengan munculnya nama Widi dalam pengusutan kasus korupsi pengadaan lahan BUMD Cilacap.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id































